Penghormatan untuk Tumenggung Mangkuyudo

19 September 2022
Grebeg Mangkuyudo, tradisi warga Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Tradisi ini untuk menghormati Tumenggung Mangkuyudo, salah satu tokoh penting di wilayah Kedu, era Kerajaam Mataram Islam pada zaman pemerintahan Amangkurat 2.
Ritual tahunan itu dilaksanakan Minggu 18 September 2022.
Selain kirab yang diikuti warga dengan membawa gunungan hasil bumi, digelar pula jamasan pusaka.
Kemudian pentas seni, pengajian, lomba lukis tampah, ngopi bersama, dan expo kuliner warga Desa Ketitang.
Menurut cerita warga, konon tokoh tersebut memiliki nama asli Wongsocitro anak Ki Ageng Muneng, seorang pemuka agama di wilayah Kedu dan merupakan tokoh penting di era Mataram Islam.
Selain sebagai ulama, ia juga seorang umaro.
Ia memiliki jasa besar dalam menyelamatkan eksisteni kerajaan Mataram Islam.
"Acara ini untuk mengingat-ingat ketokohan, ajaran, kebajikan, kepahlawanan, dan perjuangan Tumenggung Mangkuyudo.,''
''Tumenggung Mangkuyudo dulu memimpin pasukan untuk menyelamatkan Kerajaan Mataram dari serbuan musuh-musuhnya,''
'' Lewat grebek, akan mempererat silaturahmi, menambah rezeki, amal, dan masyarakat menjadi sejahtera,’’ kata Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq.
Kirab diikuti bergodo Mangukuyudo, menggambarkan pasukan Tumenggung Mangkuyudo yang siap berlaga di medan perang.
Di belakangnya adalah abdi dalem dari Surakarta dan warga Desa Ketitang dengan berbagai atribut yang dikenakan.
Dalam prosesi tersebut, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq juga didaulat menjamas kentongan berusia 500 tahun peninggalan almarhum Tumenggung Mangkuyudo.
Setelah jamasan, gunungan berisi hasil bumi diperebutkan oleh warga.
Berikut galeri foto prosesi Grebek Mangkuyudo, bidikan wartawan Nugroho DS.

Images Lainnya

X