Popokan, Tradisi Perang Lumpur Warga Desa Sendang

17 September 2022
Desa Sendang yang berada di wilayah Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, selalu menjaga tradisi popokan yang dilaksanakan turun-temurun.
Seni dan budaya yang diwujudkan dalam bentuk perang lumpur yang diikuti seluruh warga desa.
Tradisi tersebut dilaksanakan rutin setiap tahun pada Jumat kliwon bulan Agustus atau September.
Perang lumpur itu adalah bagian dari tradisi sedekah bumi yang dilaksanakan di wilayah tersebut.
Sebelum perang lumpur, dilakukan kerja bakti bersih-bersih desa dan sendang, karnaval seni dan budaya.
Juga pembuatan gunungan yang diarak bersamaan dengan karnaval dan doa oleh sesepuh serta tokoh desa.
Kendati disebut perang atau lempar lumpur, akan tetapi mereka yang mengikuti tidak boleh saling dendam.
Warga yang terkena lumpur juga tidak boleh marah.
Peserta tidak hanya anak-anak atau remaja, orang-orang dewasa juga ikut serta dalam ritual itu.
Perang lumpur itu juga menjadi cara warga setempat untuk menyucikan diri sekaligus menolak bala.
Sebab konon, suatu ketika Desa Sendang diteror oleh kemunculan harimau yang mengganggu keselamatan warga.
Hewan tersebut juga memakan ternak warga.
Berbagai cara dan senjata dikerahkan orang-orang untuk mengusir harimau, tapi gagal.
Ada seorang pemuka agama yang menyarankan agar orang-orang tidak menggunakan kekerasan saat mengusir harimau.
Warga pun kemudian memopok (melempari) harimau itu dengan lumpur sawah.
Upaya itu berhasil.
Sejak peristiwa tersebut, tradisi popokan atau saling melempar lumpur sawah digelar.
Tujuannya, untuk menjauhkan kejahatan dan menolak bala di daerah mereka.
Tradisi itu sebagai wujud syukur masyarakat atas segala kenikmatan dan keselamatan yang selama ini telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Perang lumpur juga sebagai ajang silaturahmi antarwarga, sekaligus menjalin kerukunan di desa tersebut.
Warga percaya, lumpur yang dilemparkan mengandung berkah. Karena itu, mereka justru senang saat terkena lumpur.
Berikut galeri foto kemeriahan karnaval dan tradisi Popokan di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, bidikan wartawan foto Suara Merdeka Nugroho DS.

Images Lainnya

X