Penganut Kejawen Urip Sejati di Borobudur Peringati Satu Sura 1955

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:02 WIB
PANJATKAN DOA: Penduduk Dusun Onggosoro, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur tengah berdoa pada peringatan 1 Sura. (suaramerdeka.com/Asef Amani)   
PANJATKAN DOA: Penduduk Dusun Onggosoro, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur tengah berdoa pada peringatan 1 Sura. (suaramerdeka.com/Asef Amani)  

 

 

MAGELANG, suaramerdeka.com - Penduduk Dusun Onggosoro, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur menggelar upacara adat peringatan 1 Sura Tahun Alip Windu Sancaya 1955. Mereka yang tergabung dalam paguyuban Palang Putih Nusantara merupakan penganut kepercayaan Kejawen Urip Sejati.

Prosesi upacara diawali kegiatan ziarah makam di dekat dusun kala siang hari. Pada waktu magrib, sejumlah warga mengirab gunungan yang berisi aneka ragam buah dan sayur, serta ubarampe lain macam tumpeng, jenang abang putih, ayam ingkung, dan sebagainya, ke lokasi doa bersama.

Kemudian, beberapa anak dan pemuda setempat menampilkan tari-tarian. Acara ditutup lewat pementasan wayang kulit oleh dalang Ki Eko Sanyoto dari Pondok Tingal, Borobudur.

Baca Juga: Level PPKM di Beberapa Daerah Turun, Menkominfo Minta Masyarakat Tetap Optimistis dan Waspada

Tetua Kejawen Urip Sejati setempat, Kamidjan (62) menuturkan, tradisi itu rutin digelar saban tahun agar hal-hal tidak baik yang ada di Bumi lekas sirna dan kehidupan warga bahagia dan mulia.

Lebih lanjut Kamidjan menerangkan prosesi upacara ditutup melalui pentas wayang kulit dengan lakon "Sirnaning Pedhot Amarta". Dia berharap pentas ini semacam simbol ruwatan atas hal-hal tidak baik yang tengah melanda nusantara.

"Karena warga punya kepercayaan bahwa wayang, bukan sekadar tontonan, tapi sumber tuntunan," jelasnya kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan, Senin (23/8) malam.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu 3

Sabtu, 26 November 2022 | 10:53 WIB

Puisi Rock - Suasana Berbeda

Jumat, 25 November 2022 | 21:56 WIB

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu 2

Kamis, 24 November 2022 | 21:59 WIB

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu

Rabu, 23 November 2022 | 22:55 WIB

Puisi Rock - Tirai yang Terlampau Tinggi

Selasa, 22 November 2022 | 09:27 WIB

Puisi Rock - Mereka yang Berkawan Waktu

Senin, 21 November 2022 | 09:20 WIB

Puisi Rock - Membaca Cerita

Minggu, 20 November 2022 | 21:43 WIB

Puisi Rock - Anyaman Tak Terhenti

Sabtu, 19 November 2022 | 21:51 WIB

Puisi Rock - Tak Pernah Sunyi

Jumat, 18 November 2022 | 21:57 WIB

Puisi Rock - Di Balik Dinding Beku

Kamis, 17 November 2022 | 21:55 WIB

Puisi Rock - Ronta Sang Benalu

Rabu, 16 November 2022 | 21:35 WIB

Puisi Rock - Melayang Tanpa Bentang

Selasa, 15 November 2022 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Bukit yang Dapat Diraih

Senin, 14 November 2022 | 21:52 WIB

Puisi Rock - Mengeja Tanpa Makna

Minggu, 13 November 2022 | 21:54 WIB
X