Ken Zuraida Wafat, Lola Amaria Berkhidmat

- Senin, 9 Agustus 2021 | 13:23 WIB
 (Benny Benke)
(Benny Benke)

KEN Zuraida (67), seniwati yang meneruskan keberlangsungan Bengkel Teater Rendra, wafat pagi ini di RS Antam Medika, Jakarta Timur.

Kabar duka dari istri mendiang penyair, teaterwan dan budayawan WS Rendra, itu disampaikan oleh putri Ken Zuraida, Maryam Supraba.

"Innailaihi wa inna Ilaihi roji'uun Telah meninggal dunia adik/kakak/ibu/eyang kami tercinta,  Ibu Ken Zuraida bin Edi Suardi. Wafat Pada hari Senin, pukul 8:57 di RS Antam Medika. Mohon maaf atas segala kesalahan Almarhumah baik yang sengaja/ tidak sengaja. Allahummagfirlaha warhamha wa’afihi wa’fu anha” Semoga amal ibadah Almarhumah diterima, diampuni dosa2 nya & mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Aamiin YRA," demikian ditulis Maryam Supraba di dinding Facebooknya, Senin, 9 Agustus 2021.

Baca Juga: Satupena Dipimpin 5 Ketua Kolektif, Wujudkan cita-cita Perjuangkan Hak-hak Penulis

Menurut sutradara film Lola Amaria, sosok almarhumah Ken Zuraida adalah persona yang berdedikasi selama hidupnya.

Bahkan dalam kesehariannya, sosok Ken Zuraida telah dia anggap sebagai ibu dan guru kehidupan.

Saking dekatnya Lola Amaria yang telah bekerja dalam dua proyek film dengan Ken Zuraida, yaitu film "Lima" dan "Riuh", sampai-sampai membuat Maryam Supraba, putri Kez Zuraida dengan WS. Rendra sempat "iri" dengan Lola Amaria.

Baca Juga: Webinar Bincang Sastra Balai Bahasa Jawa Tengah, Narsum: Saya Berutang Budi pada Cerita Panji

"Biasanya kami ngobrol dari siang sampai malam, di Bengkel Teater. Sampai Memey (panggilan Maryam Supraba) dijemput suaminya, untuk diajak pulang terlebih dahulu. Kami masih ngobrol sampai larut sampai malam," kenang Lola Amaria.

Banyak pesan kebijakan yang diberikan oleh Ken Zuraida kepada Lola Amaria, seperti kekuatan perempuan, dan berbagai persoalan yang mengitarinya, serta tantangannya.

Termasuk posisi Lola Amaria sebagai sutradara perempuan di Indonesia, yang sedikit jumlahnya.

"Bu Ken banyak sekali menularkan ilmunya ke saya. Dan kami biasa ngobrol tentang apa saja. Sampai-sampai membuat Memey cemburu, kami bisa sedekat itu," imbuh Lola Amaria.

Yang paling berkesan dari sosok Ken Zuraida bagi Lola Amaria adalah sikap profesionalitasnya.

Pada saat berada di lokasi syuting Ken Zuraida tidak pernah menekuk air mukanya, dan selalu tersenyum.

Padahal pengalamannya sebagai seorang aktor sangat panjang sekali.

"Bandingkan dengan anak-anak muda yang baru kemarin sore terjun di dunia pemeranan. Yang suka narik kenceng air mukanya, jika ada hal kecil tidak berkenan di lokasi syuting," cerita Lola Amaria.

Oleh karenanya, Lola Amaria merasa kehilangan atas kepergian Ken Zuriada. Sepenceritaan Lola Amaria, Ken Zuraida telah dirawat di RS sejak akhir bulan Juli lalu.

Dan baru pada hari Kamis, 4 Agustus 2021 lalu, dia menjenguk Ken Zuraida, di RS Antam Medika.

Tetapi tidak diperkenankan masuk ke ruang ICU, meski telah menjalani sejumlah prokes.

"Waktu itu sempat kontak ama Memey, ngabarin Bu Ken dibawa ke ruang ICU. Memey sekedar ngabarin, tapi tidak minta apa-apa kecuali dipeluk. Aku langsung jadi sedih," katanya.

Makanya, setelah membesarkan hati Maryam Supraba, Lola Amaria bergegas menembus hujan deras, menuju RS yang berada di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur, dari rumahnya di Bintaro Sektor IV, Tangerang Selatan.

Begitu sampai di parkiran mobil, Memey sudah menunggu.

Beberapa jenak kemudian, diberi tahu Memey jika dia tidak diperkenankan masuk ke ruang ICU.

Setelah menyerahkan beberapa oleh-oleh seperti buah-buahan, jus dan penganan lainnya kepada Memey, Lola Amaria dan Maryam Supraba kemudian saling berangkulan dalam diam.

"Dalam waktu yang lama sekali," kenang Lola Amaria. Lima belas menit kemudian mereka berpisah.

Setelah itu, baru Senin, 9 Agustus 2021 pagi ini, dia mendapatkan warta langsung dari Maryam Supraba, jika ibundanya, Ken Zuraida telah wafat. Innalilahi wa innailaihi rojiun.



Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Puisi Rock - Imaji Absurd 3

Rabu, 8 Desember 2021 | 08:17 WIB

Puisi Rock - Sebatas Layar

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:10 WIB

Puisi Rock - Berlalu Tanpa Esensi

Senin, 6 Desember 2021 | 23:57 WIB

Puisi Rock - Mereka yang Tersesat

Senin, 6 Desember 2021 | 08:03 WIB

Puisi Rock - Bebatuan yang Terlelap

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Besi Kegerahan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Hiruk Pikuk Kepalsuan

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:09 WIB

Puisi Rock - Mendamba Keindahan

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:55 WIB

Puisi Rock - Imaji Absurd 2

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:18 WIB

Puisi Rock - Mari Kita Bermain

Rabu, 1 Desember 2021 | 08:16 WIB

Puisi Rock - Seandainya

Selasa, 30 November 2021 | 08:04 WIB

Puisi Rock - Imaji Absurd

Senin, 29 November 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Dingin

Minggu, 28 November 2021 | 11:31 WIB

Puisi Rock - Selamat Pagi Gelombang

Sabtu, 27 November 2021 | 08:15 WIB

Puisi Rock - Keledai-keledai Kenikmatan

Jumat, 26 November 2021 | 09:10 WIB

Puisi Soft Rock - Esok yang Kedua

Kamis, 25 November 2021 | 23:48 WIB

Puisi Rock - Kedatangan Sunyi

Kamis, 25 November 2021 | 08:13 WIB

Puisi Rock - Puisi Berdasi

Rabu, 24 November 2021 | 08:00 WIB
X