Suguhkan Tarian 'Tri Narendra' , Ini Harapan Yoyok Untuk Pemimpin Indonesia Mendatang

- Jumat, 2 Desember 2022 | 18:12 WIB
(suaramerdeka.com/dok)
(suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penari kawakan asal Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo, berharap sosok pemimpin di masa mendatang mampu membawa Indonesia kepada kemakmuran. Sebagai penari, harapan tersebut dituangkan melalui karya tari bertajuk "Tri Narendra".

Tarian tersebut disajikan dalam Greget Festival Tari Jateng 2022 pekan lalu. Bersama dengan S Pamardi, dan Darmawan Dadijono, Yoyok membawakan tari Tri Narendra menggunakan topeng. Menurutnya, topeng menjadi simbol karakteristik seseorang yang dibawakan oleh penari.

"Narendra, dalam bahasa sansekerta memiliki arti Orang sekuat dewa, atau raja. Indonesia membutuhkan Narendra untuk membawa kembali kejayaan pada negeri kita. Tentunya, Indonesia akan menghadapi banyak tantangan di masa mendatang," kata Yoyok, Jumat 2 November 2022.

Baca Juga: Greget Festival Tari Jateng, Beragam Tarian Kesenian Dipertunjukan di Taman Indonesia Kaya

Menurut Yoyok, sosok pemimpin baiknya ngugemi falsafah yang telah diwariskan nenek moyang. Seorang Narendra, harus memahami Hasta Brata (delapan perilaku). Hasta Brata mengandung delapan unsur alam sebagai lambang karakteristik seorang pemimpin. 

Dijelaskan, seorang pemimpin harus bisa menjadi bumi, yakni tempat kehidupan yang menyediakan kebutuhan masyarakat. Pemimpin harus menjadi Matahari yang memberi energi serta visi yang jelas bagi negeri ini.

Seorang pemimpin juga harus memiliki sifat api sebagai lambang keberanian dan keadilan. Yoyok memaparkan, bahwa api menjadi simbol ketegasan dalam mengelola negara serta kemampuan menghancurkan masalah yang muncul.

Baca Juga: Puisi Rock - Tarian Kemenangan

Selain itu, pemimpin juga harus memiliki sifat samudera yang menerima semua kritikan dan saran pada kedalaman hatinya. 

"Semua masukan, pendapat tidak ditelan mentah-mentah. Namun diendapkan dulu sehingga saat seorang pemimpin bertindak sudah jernih pikirannya. Pemimpin juga perlu menjadi cakrawala sebagai simbol pengetahuan dan wawasan yang luas," tandasnya.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Meski Selalu Berbeda

Minggu, 29 Januari 2023 | 22:37 WIB

Puisi Rock - Nyanyian Serius di Balik Ruang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:25 WIB

Puisi Rock - Kemelut 90

Jumat, 27 Januari 2023 | 22:01 WIB

Puisi Rock - Waktu yang Mengejar

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Berlalu Tanpa Esensi

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Kenikmatan di dalam

Selasa, 24 Januari 2023 | 21:25 WIB

Puisi Rock - Seakan Menjadi Misteri

Senin, 23 Januari 2023 | 22:26 WIB

Puisi Rock - Citra yang Diabaikan

Minggu, 22 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Akhir Puisi

Sabtu, 21 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Keangkuhan Puisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Ketakutan Puisi

Kamis, 19 Januari 2023 | 21:54 WIB

Puisi Rock - Sekitar Puisi

Rabu, 18 Januari 2023 | 22:45 WIB
X