Pertunjukan Rasa Raden Kokoh Noegroho di Jakarta

- Kamis, 29 September 2022 | 20:35 WIB
Perupa, Raden Kokoh Noegroho, bersama karyanya di pameran pameran tunggal bertajuk ''Solilokui'' di Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka Timur No.14, pada 25 September-9 Oktober. (SM/Aristya Kusuma Verdana)
Perupa, Raden Kokoh Noegroho, bersama karyanya di pameran pameran tunggal bertajuk ''Solilokui'' di Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka Timur No.14, pada 25 September-9 Oktober. (SM/Aristya Kusuma Verdana)

Persentuhan apresiator menjadi lebih dekat. Dan setelah mengirimkan ke perupanya dengan media sosial, meskipun tidak mengenal secara pribadi, akhirnya terjadi interaksi.

''Media sosial juga sebagai jembatan transaksi karya. Ketika mereka mengirim pesan,'' tuturnya.

Menurutnya, rasa adalah universal. Tidak mengenal bahasa tren, tidak mengenal lokalitas, tidak mengenal wilayah hidup masing-masing.

''Seperti yang saya mau. Kenapa menggunakan rasa? Bagiku, ketika saya nanti tampil di dunia internasional, seperti di Prancis, Amerika, rasa itu tetap bisa ditangkap,'' ucapnya.

Kokoh bercerita, saat dirinya sedang menderas ilmu di seniman Joko Pekik.

Dia bertanya tentang cara membuat karya.

''Jawabannya adalah, semua yang ditangkapnya lewat optik diolah di pikir, lalu diresapkan di rasa. Menjadi lukisan yang mempunyai rasa,''

''Jadi, tidak semata-mata, melukis apa yang dilihat, tetapi melukis apa yang dirasa,'' ungapnya.

Dia kemudian memahami, jika berkarya tidak hanya sekadar memindahkan objek. Seperti karya Joko Pekik yang berjudul ''Berburu Celeng'' (1998). ''Visualnya orang menggotong celaneg.

Itu peristiwa reformasi. Pak Joko bercerita, bahwa dirinya tidak melukis kerumunan orang. Tetapi mengambil intisarinya. Dia menggunakan rasa untuk mendapatkannya,'' bebernya.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Pada Sebuah Meja

Kamis, 2 Februari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Tak Tahu Selanjutnya

Rabu, 1 Februari 2023 | 22:42 WIB

Puisi Rock - Sinyal Itu

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:49 WIB

Puisi Rock - Bersinar di Antara Sinar

Senin, 30 Januari 2023 | 22:20 WIB

Puisi Rock - Meski Selalu Berbeda

Minggu, 29 Januari 2023 | 22:37 WIB

Puisi Rock - Nyanyian Serius di Balik Ruang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:25 WIB

Puisi Rock - Kemelut 90

Jumat, 27 Januari 2023 | 22:01 WIB

Puisi Rock - Waktu yang Mengejar

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Berlalu Tanpa Esensi

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Kenikmatan di dalam

Selasa, 24 Januari 2023 | 21:25 WIB

Puisi Rock - Seakan Menjadi Misteri

Senin, 23 Januari 2023 | 22:26 WIB

Puisi Rock - Citra yang Diabaikan

Minggu, 22 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Akhir Puisi

Sabtu, 21 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Keangkuhan Puisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 21:40 WIB
X