Nostalgia Rekaman Fisik, Ini Perbedaan Kaset Bajakan dengan Orisinil

- Selasa, 27 September 2022 | 16:32 WIB
Ilustrasi kaset bajakan (kiri) dan kaset orisinil (kanan). (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)
Ilustrasi kaset bajakan (kiri) dan kaset orisinil (kanan). (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo)

BENDA macam kaset sebagai bagian dari rekaman fisik musik memang sudah langka ditemui.

Hanya sebagian kolektor rekaman kaset yang masih mengumpulkan, dan mendengarkannya, karena masih memiliki player pemutar kaset (tape).

Ketika teknologi kaset hadir di awal tahun 1970-an menggeser piringan hitam, maka kaset pun menghiasi toko-toko rekaman di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Bersyukurlah, 6 Zodiak Terus Menerus Disuplay Rezeki dan Cuan, Membusung Rekening Tabungannya

Sayangnya, kaset yang lebih mungil dan ringan ketimbang piringan hitam, memiliki kisaran harga yang mungkin sulit dijangkau masyarakat kelas menengah ke bawah.

Jika satu kaset harganya per item saat itu misalnya Rp 1.000,-, mungkin cukup terasa berat bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sehingga akhirnya menjadi ladang bagi para pembajak kaset untuk menawarkan kaset bajakan yang harganya lebih miring dari kaset orisinil.

Baca Juga: Disayangi Dewi Fortuna, 7 Zodiak Dilimpahi Keberuntungan Menggandeng Rezeki dan Cuan, Salah Satu Anda?

Bila kaset orisinil saat itu harganya adalah Rp 1.000,-, maka kaset bajakan saat itu bisa pasang harga hingga 50 persen di bawah harga kaset orisinil.

Berikut ciri-ciri kaset bajakan pop Indonesia yang pernah beredar di pasaran tahun 1970-an dan 1980-an.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X