NET Siapkan “Game of Thrones” versi Kerajaan Ottoman Turki

- Minggu, 18 Juli 2021 | 21:50 WIB
Ottaman (Benny Benke)
Ottaman (Benny Benke)

JAKARTA, suaramerdeka.com -- NET kembali membuat kejutan dengan menghadirkan serial drama kolosal “Kurulus Osman” di Indonesia.

Serial Drama “Kurulus Osman” yang acap dijuluki penggemarnya sebagai “Game of Thromes” ala Kerajaan Ottoman ini muncul di layar kaca NET mulai 19 Juli 2021, setiap hari, pukul 19.00 WIB.

Serial drama Turki tersebut mengusung cerita penuh konflik, intrik, serta balutan romansa perjuangan cinta dengan latar perjuangan sosok Osman yang merupakan figur di balik berdirinya Dinasti Utsmani Turki.

Baca Juga: Black Widow Singkirkan Film-film Lainnya di Tengah Pandemi

Selain sukses pada penayangannya di Turki, “Kurulus Osman” termasuk serial drama yang cukup populer di Albania, Pakistan, Chevnya, Afganistan, Aljasair, Tunisia, Uzbekistan, dan Britania. 

“Drama Kurulus Osman merupakan salahsatu serial menarik yang memberikan inspirasi tentang perjuangan dan kepemimpinan yang luar biasa Osman di tengah tekanan yang sulit terhadap Osman dan pengikutnya. Bukan hanya menghadirkan kisah perjuangan meletakkan fondasi sebuah bangsa saja, cerita Kurulus Osman juga diwarnai kisah romansa drama perjuangan meraih cinta lewat kesabaran dan keikhlasan seorang anak muda yang tidak mungkin diraih hanya dengan mengandalkan kekuatan dan keberanian saja”, jelas Yeni Anshar (Direktur Programming NET) di Jakarta, Sabtu, 17 Juli 2021.

Serial drama “Korulus Osman” merupakan bagian dari sekuel lanjutan kisah  Ertugrul yang menceritakan tentang drama di balik terbentuknya Kesultanan Utsmaniyah.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Jalan Cerita Ikatan Cinta, Begini Pernyataannya

Bila dalam sekuel Ertugrul diceritakan Osman saat masih kecil hingga beranjak remaja, Serial Drama “Korulus Osman” menghadirkan cerita Osman yang bersama Gunduz (kakaknya), harus mendampingi Dundar Bey (adik ayahnya, Ertugrul) yang mendapatkan tanggung jawab sementara terhadap Suku Kayi selama Ertugrul menjalankan sebuah misi di Konya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

X