Pasangan Seniman Magelang Ikuti Ekshibisi Kartun se-Asia Tenggara

- Jumat, 9 Juli 2021 | 15:41 WIB
KARYA KARTUN: Seniman I Made Arya Dwita Dedok berpose bersama karya kartunnya yang tengah dipamerkan di Human Rights in ASEAN: The Cartoonists Perspective.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
KARYA KARTUN: Seniman I Made Arya Dwita Dedok berpose bersama karya kartunnya yang tengah dipamerkan di Human Rights in ASEAN: The Cartoonists Perspective.(suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pasangan seniman asal Magelang I Made Arya Dwita Dedok dan Grace Tjondronimpuno berpartisipasi dalam ekshibisi Human Rights in ASEAN: The Cartoonists Perspective secara virtual selama bulan Juli 2021. Keduanya masing-masing memamerkan satu karya kartun.

Ekshibisi ini dihelat oleh kartunis politik asal Malaysia Zulkiflee Anwar Haque alias Zunar dan Friedrich Naumann Foundation. Tujuannya menampilkan sudut pandang para kartunis di Asia Tenggara ihwal hak asasi manusia di sekitar mereka lewat kartun.

Ekshibisi menampilkan 81 kartun dari 38 kartunis di kawasan Asia Tenggara. Tercatat 13 kartunis dari Malaysia, 13 kartunis Indonesia, empat kartunis Thailand, enam kartunis Filipina, dan dua kartunis Myanmar.

Baca Juga: PPKM Darurat Diberlakukan, Pengenalan Lingkungan Sekolah di Kabupaten Kendal Digelar Daring

Dedok menuturkan keikutsertaannya dalam ekshibisi ini, karena dipilih oleh Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti). Dua karya bertajuk Race for Human Rights (2014) dan SARA (1999) dia kirim untuk dipamerkan.

"Karya-karya lama itu, tapi keluar lagi. Konteks karya itu berlanjut terus sampai sekarang," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (9/7).

Sekian pameran luar negeri yang sudah diikuti, Dedok akui berpengaruh terhadap proses kreatifnya, seperti pemikiran lebih terbuka dengan mengetahui pola kerja kesenian negara-negara lain.

"Kadang-kadang, orang luar bisa menerima apa yang kita buat. Waktu saya ke Amerika, responsnya malah bagus," katanya.

Baca Juga: Kerap Ditawari Narkoba, Akui Tak Takut Terjerumus, Nia Ramadhani: Tergantung Iman dan Didikan Orang tua

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Soft Rock - Seraut Mawar Membiru

Senin, 27 September 2021 | 23:44 WIB

Puisi Rock - Sinar Itu di Sana

Senin, 27 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Seakan Sebelumnya

Minggu, 26 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Kepada Besi

Sabtu, 25 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Pada Akhirnya

Jumat, 24 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Pasir-pasir Keranjingan

Kamis, 23 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Pertanyaan dan Jawaban 2

Rabu, 22 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Pertanyaan dan Jawaban

Selasa, 21 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Tidak Penting

Senin, 20 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Jerat Kenikmatan

Minggu, 19 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Basa Basi Palsu

Sabtu, 18 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Menyanyi Sendiri

Jumat, 17 September 2021 | 07:48 WIB

Anne of Green Gables, Imajinasi Gadis Yatim Piatu

Kamis, 16 September 2021 | 22:57 WIB

PSGK Pentaskan Wayang Sinema Anggraeni Candrakirana

Kamis, 16 September 2021 | 22:21 WIB

Puisi Rock - Jalan yang Sirna

Kamis, 16 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Satu Rangkaian Cemburu

Rabu, 15 September 2021 | 07:48 WIB
X