God Bless (4), Bertahan Meski Jarang Merilis Album

- Minggu, 27 Juni 2021 | 08:15 WIB
God Bless. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
God Bless. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

BEBRAPA minggu lalu telah diceritakan God Bless dari sejarah terbentuknya, bongkar pasang formasi, merilis album pertama sampai menjadi band pembuka konser Deep Purple dan Suzy Quatro di tahun 1975.

Kemudian God Bless sempat vakum lantaran ditinggal pergi sang pencabik bas, Donny Fatah ke Amerika, kesibukan personelnya dalam bersolo karir, sampai akhirnya merilis album kedua, Cermin di tahun 1979.

Selanjutnya God Bless kembali vakum lama lagi yang lagi-lagi diisi para personelnya bersolo karir.

Iyek (Achmad Albar) menjajal kemampuannya di jalur musik dangdut dengan merilis lagu "Zakia" yang cukup terkenal di tahun 1979, dan musiknya juga ditangani Ian Antono.

Sementara Abadi Soesman asyik bermain jazz dengan grupnya Abadi Soesman band, serta menjadi gitaris dan vokalis grup Bharata band yang spesial membawakan lagu-lagu The Beatles di tahun 1980-an.

Dony Fatah dan Rudi Gagola kembali merilis album-album di bawah nama D&R.

God Bless baru berkumpul lagi tahun 1985 dengan formasi: Iyek (vokal), Donny Fatah (bas/vokal), Ian Antono (gitar), Dodo Zakaria (kibor), dan Teddy Soedjaya (drum).

Formasi ini sama sekali tidak merilis album dan hanya tampil di panggung-panggung musik rock, misalnya tampil bareng grup SAS di Balai Sidang Senayan Jakarta.

Pada tahun 1986, Yockie Suryoprayogo kembali mengisi posisi kibor, menggantikan posisi Dodo Zakaria.

Sampai akhirnya God Bless merilis album ke-3, Semut Hitam di tahun 1988.

Album ini cukup sukses di pasaran yang mengandalkan hits "Kehidupan", "Semut Hitam", dan "Rumah Kita".

Sukses album Semut Hitam ini berlanjut dengan rangkaian show mereka ke berbagai daerah bersama grup El Pamas dan Power Metal di tahun 1988.

Album Semut Hitam ini menjadi album terakhir Ian Antono di God Bless, selanjutnya dia mendirikan Bengkel Musik Gong dan grup Gong 2000 di awal 1990-an.

Posisi Ian digantikan oleh Eet Syahranie yang sebelumnya sempat memperkuat grup Superdigi nya Fariz RM, dan Sony Subowo.

Hadirnya Eet di God Bless beri warna baru dalam gaya musiknya, sehingga tampilan musik God Bless lebih fresh dari sebelumnya.

Terutama permainan gitar Eet yang memainkan taping khas Eddie Van Halen, termasuk pengaruh lain dari gaya permainan gitar Angus Young (gitaris grup AC/DC).

Bersama Eet, God Bless sempat merekam album Raksasa di tahun 1989 yang juga meraup sukses.

Pada album ini, Yockie Suryoprayogo yang biasanya mendominasi lewat permainan kibornya, seakan memberi kesempatan kepada Eet untuk lebih banyak mengisi part-part gitarnya.

Sehingga gaya musik God Bless pada album Raksasa lebih banyak didominasi permainan gitar Eet yang gahar.

Sukses album Raksasa, berlanjut dengan tour Raksasa di berbagai daerah di tahun 1989 dan 1990.

Tour Raksasa ini melibatkan pula El Pamas, Power Metal, dan lady rocker Mel Shandy.

Salah satu tour Raksasa di kota Bandung, sempat diwarnai kericuhan dari penonton.

Menjelang akhir 1990, God Bless merilis album kompilasi The Story of God Bless.

Album ini berisikan sejumlah lagu-lagu lawas God Bless dari album Semut Hitam dan Raksasa, serta ditambah sejumlah lagu lawas God Bless yang telah diarransemen ulang.

Sebut saja "Huma di Atas Bukit", "Musisi", "She Passed Away", "Sesat", dan "Setan Tertawa".

God Bless kembali vakum, dan para personelnya kemudian memilih bersolo karier.

God Bless saat menggelar konsernya. (foto: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)


Iyek dan Donny Fatah bergabung dengan Ian Antono dalam formasi Gong 2000.

Teddy Soedjaja sibuk menjadi komposer yang lagu-lagunya dibawakan oleh lady rocker, Anggun C Sasmi.

Sedangkan Eet Syachranie setelah memperkuat Cynomadeus, mengibarkan grup Edane.

Yockie Suryoprayogo menjadi musisi session player sekaligus membantu grup Swami, dan Kantata Taqwa.

Baru pada tahun 1997, God Bless menggelar reuni bersama gitaris Ian Antono.

Sehingga pada formasi ini diperkuat dua gitaris, Ian dan Eet.

Formasi ini selanjutnya merilis album Apa Kabar yang dirilis tahun 1997.

Sayangnya, album ini kurang meraup sukses.

Hal yang sama juga terjadi pada album-album God Bless berikutnya, di mana formasi telah berubah dengan masuknya Yaya Moektio pada drum dan Abadi Soesman pada kibor.

Album 36 yang menandai usia 36 tahun God Bless di tahun 2009 juga terdengar adem ayem.

Mungkin agak berbeda dengan album God Bless selanjutnya, Cermin 7 yang dirilis tahun 2017, di mana posisi Yaya telah digantikan Fajar Satritama, mantan drummer Edane.

Album Cermin 7 merupakan album remake dari album Cermin (1979) dengan penambahan sejumlah lagu baru. (Tamat)



Halaman:
1
2
3
4

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NOAH Remake 'Menghapus Jejakmu', Simak Lirik Lagunya

Kamis, 20 Januari 2022 | 22:51 WIB
X