God Bless (3), Waktu Istirahat yang Panjang

- Minggu, 20 Juni 2021 | 08:15 WIB
God Bless. (foto: istimewa) (Nugroho Wahyu Utomo)
God Bless. (foto: istimewa) (Nugroho Wahyu Utomo)

MINGGU lalu telah dibahas sejarah berdirinya God Bless yang berawal dengan mengusung nama Crazy Wheels di tahun 1973.

Selanjutnya God Bless mengalami perubahan formasi, ditinggal mati kedua personelnya karena kecelakaan lalu lintas yaitu Fuad Hasan dan Soman Lubis, sampai merilis album pertama di tahun 1975.

Kemudian God Bless sempat menjadi band pembuka konser Deep Purple dan Suzy Quatro di tahun 1975.

Baca Juga: Kekuatan Cinta, Tema Musik di Album Terbaru Seventeen

Memasuki tahun 1976 hingga 1979, menjadi tahun vakum bagi God Bless, karena pada saat itu para personelnya sudah mulai sibuk dengan proyek musik di luar God Bless.

Namun awal dari terhentinya kegiatan God Bless adalah dari mundurnya Donny Fatah, karena pencabik bas ini harus ikut keluarganya pindah ke Amerika.

Sempat posisi Donny akan digantikan oleh pencabik bas lainnya, namun tidak ada kecocokan.

Baca Juga: Musik Rock Itu Sesungguhnya Luas

Hingga akhirnya Rudi Gagola, adik kandung Donny Fatah yang menggantikan posisinya.

Masa-masa vakum God Bless ini diisi para personelnya dengan bersolo karir atau membantu proyek musik lainnya.

God Bless saat tampil di Rock Kemarau'75 di Bandung. (foto blog Denny Sakrie) (Nugroho Wahyu Utomo)


Yockie Suryoprayogo menjadi session player bagi grup The Mercys yang telah ditinggalkan pemain kibornya, Charles Hutagalung, lantaran saat itu Charles nekat membentuk Ge & Ge.

Selain itu Yockie juga diajak Aji Bandi dalam proyek musik Contra Punk di tahun 1977 menggarap album Putri Mohon Diri.

Akan tetapi kiprah Yockie yang nyata saat membantu Erros Djarot untuk proyek soundtrack album Badai Pasti Berlalu (1977) dan menggarap arransemen serta musik untuk Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors.

Sementara Iyek (Achmad Albar) berkolaborasi dengan Ucok "AKA" Harahap dalam proyek Duo Kribo di tahun 1977.

Mereka berdua sempat tampil dalam film Duo Kribo di tahun 1977.

Melalui Duo Kribo yang juga melibatkan Ian Antono untuk penggarapan musiknya ini, lahir dua lagu yang cukup terkenal, "Panggung Sandiwara", dan "Neraka Jahanam".

Jadi kalau ada yang menyebut "Panggung Sandiwara" itu lagunya God Bless, adalah salah besar, meski di atas panggung God Bless kerap membawakannya akhir-akhir ini.

Ketika kubu musik rock dan dangdut diwarnai kericuhan di tahun 1970-an, suasana itu menjadi damai ketika Rhoma Irama dengan Soneta Grup tampil sepanggung dengan God Bless di pergantian tahun 1977-1978.

Rhoma Irama berkolaborasi dengan God Bless membawakan lagu "Neraka Jahanam", sementara Achmad Albar berkolaborasi dengan Rhoma Irama dan Soneta membawakan lagu "Begadang".

Baru pada tahun 1979, God Bless merilis album ke-2, Cermin.

Album Cermin menyajikan pola musik God Bless yang agak berbeda dari album pertama, Huma di Atas Bukit (1975), di mana pada album ini God Bless justru lebih banyak memainkan musik progresif rock.

Hadirnya Abadi Soesman sebagai pemain kibor menggantikan Yockie yang sibuk menangani album-album Chrisye, memberi warna progresif rock dan jazz pada album Cermin.

Selain itu, Donny Fatah telah kembali memperkuat God Bless sebagai bassis.

Pada album Cermin ini, ada pengaruh musik grup Yes, Emerson Lake Palmer, Kansas, hingga Return to Forever nya Chick Corea.

Ini bisa disimak pada lagu berdurasi panjang, "Anak Adam", yang didominasi pengaruh Kansas pada lagu "Journey Mariaborn", juga "Roundabout" nya Yes, "Karn Evil No 9" nya Emerson Lake Palmer, hingga "Celebration" nya Return to Forever.

Akan tetapi sesudahnya God Bless memilih istirahat panjang, hingga mereka tampil lagi di panggung musik rock pada era 1980-an. (Bersambung)

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Lirik Lagu Berita Kepada Kawan Karya Ebiet G Ade

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:54 WIB

BTS Ambil Istirahat Panjang Sebelum Konser Maret 2022

Senin, 6 Desember 2021 | 11:46 WIB
X