Puisi Rock - Iba Meredam Geram

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:15 WIB
Puisi Rock - Iba Meredam Geram (foto: pixabay)
Puisi Rock - Iba Meredam Geram (foto: pixabay)

Iba Meredam Geram
Oleh: NWU Gabriel Genesis

Anak manusia itu masih menangis.
Bukan merengek kehausan kepada sang mama,
tetapi 'sakit' ketika 'dibenamkan'.
Sebaliknya dia sesukanya 'membenamkan' yang lain.

Sungguh menyedihkan tetapi juga menggelikan,
menyaksikan yang masih kekanakan,
walau waktu telah merambat sebelum senja,
mungkin belum dapat menyadari.

Kasihan
iba
diam
sembari meredam geram.

       Semarang, 14 Agustus 2022

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Meski Selalu Berbeda

Minggu, 29 Januari 2023 | 22:37 WIB

Puisi Rock - Nyanyian Serius di Balik Ruang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:25 WIB

Puisi Rock - Kemelut 90

Jumat, 27 Januari 2023 | 22:01 WIB

Puisi Rock - Waktu yang Mengejar

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Berlalu Tanpa Esensi

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Kenikmatan di dalam

Selasa, 24 Januari 2023 | 21:25 WIB

Puisi Rock - Seakan Menjadi Misteri

Senin, 23 Januari 2023 | 22:26 WIB

Puisi Rock - Citra yang Diabaikan

Minggu, 22 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Akhir Puisi

Sabtu, 21 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Keangkuhan Puisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Ketakutan Puisi

Kamis, 19 Januari 2023 | 21:54 WIB

Puisi Rock - Sekitar Puisi

Rabu, 18 Januari 2023 | 22:45 WIB
X