Diskusi Perupa dan Kurator, Merenungkan Batas Laku Karya di Era Cyber Culture

- Selasa, 14 Juni 2022 | 10:29 WIB
Perupa, Kokoh Nugroho dan kurator, Djuli Djatiprambudi, saat diskusi dengan tajuk ''Berakhirnya Batas-batas'' di Tan Artspace, Jalan Papandayan nomor 11. (suaramerdeka.com/Aristya Kuver)
Perupa, Kokoh Nugroho dan kurator, Djuli Djatiprambudi, saat diskusi dengan tajuk ''Berakhirnya Batas-batas'' di Tan Artspace, Jalan Papandayan nomor 11. (suaramerdeka.com/Aristya Kuver)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perupa Semarang, Kokoh Nugroho dan kurator kelahiran Tuban, Jawa Timur, Djuli Djatiprambudi, menggelar diskusi di Tan Artspace, Jalan Papandayan nomor 11, baru-baru ini. 

Perbincangan tentang laku seni rupa tersebut mengusung tajuk ''Berakhirnya Batas-batas''. 

''Merenungkan batas. Di era cyber culture ini, realita bergeser. Berseliweran wacana tentang berpikir ulang, apa itu seni? Realitas beralih, dari fisik ke virtual. Berada di dalam layar gawai,'' kata Djuli. 

Baca Juga: Ada 6 Zodiak yang Bakal Happy di 7 Hari ke Depan Bulan Juni 2022 Ini, Dilanda Banjir Rezeki

Penulis buku Bung Karno, Seni Rupa dan Karya Lukisnya (2001) tersebut menjelaskan, layar adalah bagian intim dari kehidupan manusia saat ini.

Kehadiran bukan lagi diukur secara fisik. Melainkan juga seberapa besar jejaring yang bisa diraih di dalam layar itu.

''Dihitung secara algoritma. Risikonya, isu yang digulirkan menjadi sangat liar. Melanggar etika. Semua orang menjadi ahli komentar. Segala sesuatu harus diperhatikan. Berebut follower, subscriber. Teman kita dihitung secara kuantitatif,'' tuturnya. 

Baca Juga: Duh Senangnya 7 Zodiak Ini, Bakal Basah Kuyub Hujan Keberuntungan, 14 Juni 2022

Dunia di dalam layar, kata dia, mengambil alih kesadaran, mempengaruhi saraf, yang kemudian menggeser realitas sosial.

''Dunia seni telah berubah. Berakhirnya subjek. Sebelumnya, subjek itu sebagai pusat. Sosok seniman adalah pusarnya. Aura senimannya mempengaruhi. Saat ini, eksistensi subjek telah kabur,'' terang Dosen di Universitas Negeri Surabaya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Tujuh dan Tiga

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 23:22 WIB

Puisi Rock - Tak Sepenuhnya Gelap

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:43 WIB

Puisi Rock - Sesudahnya

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:37 WIB

Puisi Rock - Berjalan ke Arah Lima

Rabu, 10 Agustus 2022 | 22:28 WIB

Puisi Rock - Kejenuhan Sensasi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:25 WIB

Puisi Rock - Tinggi dan Kosong

Senin, 8 Agustus 2022 | 22:13 WIB

Puisi Rock - Harapan Terbuang

Minggu, 7 Agustus 2022 | 23:08 WIB

Puisi Rock - Perjalanan Tak Berujung

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 23:01 WIB

Puisi Rock - Hiruk Pikuk Penyingkir

Jumat, 5 Agustus 2022 | 22:46 WIB

Puisi Rock - Keriuhan Itu

Kamis, 4 Agustus 2022 | 21:44 WIB

Puisi Rock - Sensasi Nyaring

Rabu, 3 Agustus 2022 | 23:01 WIB

Puisi Rock - Bagai Tidak Mengenyam

Selasa, 2 Agustus 2022 | 23:23 WIB

Puisi Rock - Sesudahnya Diabaikan

Senin, 1 Agustus 2022 | 23:07 WIB

Puisi Rock - Meski Seadanya

Minggu, 31 Juli 2022 | 23:33 WIB

Puisi Rock - Satu Sisi

Sabtu, 30 Juli 2022 | 23:21 WIB

Puisi Rock - Terbentang Jalan yang Lain

Jumat, 29 Juli 2022 | 23:24 WIB

Puisi Rock - Dunia yang Tak Membumi

Kamis, 28 Juli 2022 | 22:17 WIB
X