Seni Tari Ndolalak, Warisan Budaya Purworejo yang Pernah Jadi Kontroversi

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 07:55 WIB
Ndolalak. (foto: pikiran rakyat)
Ndolalak. (foto: pikiran rakyat)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Sebagai upaya melestarikan seni tradisi yang ada di masyarakat, DPRD Jateng menyelenggarakan Dialog Kebudayaan dan Pagelaran Tari Ndolalak di Hotel Sanjaya, Kabupaten Purworejo, Sabtu (12/2/2022).

Kegiatan ini menghadirkan nara sumber Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko yang hadir secara virtual, pelaku seni Tari Krisyanti Tri Astuti, dan Pemerhati Budaya Kabupaten Purworejo, Verra Anggraeni Purwaningrum.

Dalam sambutan virtualnya, Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko menegaskan, Indonesia memiliki kebudayaan yang cukup banyak dan beragam.

Baca Juga: Giring Ganesha Ungkap Alasan Mundur dari Pencapresan 2024, Temukan Fakta Ini

Sayangnya, tidak semua generasi muda paham dan mengerti keberagaman budaya asli Indonesia, mereka malah megangumi bahkan memuja-muja budaya luar yang dia nilai tidak bernilai nasionalisme. 

"Jika kita tidak memelihara kebudayaan yang kita miliki, bisa jadi kebudayaan kita menghilang dan diakui negara lain," kata Heri Pudyatmoko dalam sambutan virtual, belum lama ini.

Ditambahkan, dalam ikrar Sumpah Pemuda dijelaskan, bahwa putra putri Indonesia siap bertanah air, berbangsa dan Berbahasa Indonesia. 

Baca Juga: 60 Persen Hasil Survei Orang Indonesia Tertarik dengan Kisah Perselingkuhan, Sering Terjadi di Kehidupan Nyata

"Jika kita jelaskan dari ikrar Sumpah Pemuda yang membahas tentang Tanah Air, sudah jelas jika Tanah Air kita Tanah Air Indonesia. Indonesia kaya akan budaya. Namun jika kita tidak memeliharanya, serta berusaha melestarikan, dikahwatirkan kebudayaan kita akan hilang ditelan zaman," tegasnya.

"Harapan saya selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, budaya dan seni tradisional yang ada di Jawa Tengah harus tetap lestari, agar anak cucu kita dapat merasakan, mengenal, dan mengetahui kebudayaan asli Indonesia. Lestarikan budaya kita sebagai wujud syukur kita kepada Sang Maha Pencipta. Berikan hak-hak anak cucu kita berupa budaya yang mendidik sesuai dengan falsafah dan histori bangsa Indonesia, untuk kelangsungan hidup segenap komponen nusa dan bangsa," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Imaji yang Telah Melintas

Selasa, 6 Desember 2022 | 22:46 WIB

Puisi Rock - Keangkuhan yang Berbaris

Senin, 5 Desember 2022 | 22:38 WIB

Puisi Rock - Besi dan Batu

Minggu, 4 Desember 2022 | 21:49 WIB

Puisi Rock - Mimpi Tersembunyi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:59 WIB

Puisi Rock - Sepanjang Waktu Kosong

Jumat, 2 Desember 2022 | 22:00 WIB

Puisi Rock - Tipuan Semata

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Nyanyian Sumbang Rama Rama

Rabu, 30 November 2022 | 22:02 WIB

Puisi Rock - Rock Menggetarkan

Selasa, 29 November 2022 | 21:40 WIB

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu 4

Senin, 28 November 2022 | 21:40 WIB

Puisi Rock - Buku Itu

Minggu, 27 November 2022 | 21:40 WIB

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu 3

Sabtu, 26 November 2022 | 10:53 WIB

Puisi Rock - Suasana Berbeda

Jumat, 25 November 2022 | 21:56 WIB

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu 2

Kamis, 24 November 2022 | 21:59 WIB

Puisi Rock - 'Kaleng' Itu

Rabu, 23 November 2022 | 22:55 WIB

Puisi Rock - Tirai yang Terlampau Tinggi

Selasa, 22 November 2022 | 09:27 WIB
X