Kisah Sejarah; Parodi, Antara yang Layak Ditertawakan dan Sebaliknya

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:03 WIB
Kisah Sejarah; parodi, antara layak ditertawakan dan sebaliknya. (foto: prfm.pikiran-rakyat.com)
Kisah Sejarah; parodi, antara layak ditertawakan dan sebaliknya. (foto: prfm.pikiran-rakyat.com)

SAAT ini parodi tengah menjadi tren di industri hiburan, terutama konten di media sosial.

Apalagi setelah munculnya parodi serial Layangan Putus dan video klip Yang Terdalam.

Sontak, hampir seluruh pegiat konten rame-rame membuat parodi dalam bentuk video pendek. Hasilnya ada yang layak ditertawakan dan sebaliknya.

Baca Juga: Lukai Masyarakat Sunda, Kolega Sesama Partai Minta Arteria Segera Mohon Maaf

Memang gampang-gampang susah membuat video parodi yang bisa membuat masyarakat tertawa.

Karena pada intinya, antara judul dengan jalan cerita video yang memuat parodi itu bisa kena di hati masyarakat.

Jika dapat kena di hati masyarakat, sudah pasti akan jadi bahan tertawaan.

Baca Juga: Tokyo Tetapkan Aturan Baru Batas Usia untuk Mandi di Pemandian Air Panas Lawan Jenis

Sebaliknya jika kemasannya 'rumit', tentu masyarakat akan bingung bahkan mengabaikan parodi itu.

Jika mengamati parodi video 'Yang Terdalam', mayoritas awalnya layak ditertawakan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Alan White, Drummer Grup Yes Meninggal Dunia

Jumat, 27 Mei 2022 | 08:42 WIB
X