Tips bagi Penyiar dalam Memutar Lagu di Radio

- Selasa, 8 Juni 2021 | 07:20 WIB
Seorang penyiar radio. (pikiran-rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Seorang penyiar radio. (pikiran-rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

LAGU-lagu yang diputar di radio, umumnya mampu memantik pendengar untuk terus menikmati sajian acara hingga selesai.

Sebab lagu-lagu yang diputar di radio fungsinya bisa sebagai hiburan bagi pendengarnya, juga menjadi teman aktivitas pendengar.

Nah, seorang penyiar radio dituntut jeli dalam memutar lagu-lagu di radio.

Baca Juga: Tembang Nostalgia - Say Say Say, Persembahan Michael Jackson untuk Paul Mc Cartney

Adakalanya, seorang penyiar dibantu operator dalam memilih dan memutar lagu di radio.

Namun bisa pula seorang penyiar memutar sendiri lagu-lagu saat siaran.

Akan tetapi memutar lagu-lagu di radio memang tidak sembarangan.

Baca Juga: Hormati 53 Awak KRI Nanggala 402, Noah Arransemen Himne Wiratama Hiu Kencana

Seorang penyiar tidak boleh egois hanya memutar lagu-lagu yang dia sukai, sementara pendengar belum tentu menyukainya.

Sebab jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin pendengar akan lari dan pindah mendengarkan siaran di radio lainnya.

Berikut tips bagi penyiar dalam memutar lagu di radio:

1.Penyiar berhak menyiapkan daftar lagu, sekaligus merumuskan kategori musik hingga lagu itu tersusun untuk siap diputar.

Hal ini penting, karena penyiar juga dituntut mengenal dan menguasai lagu-lagu yang akan diputar terutama iramanya.

Jangan sampai lagu bertempo speed (cepat) diputar, namun sesudahnya yang diputar adalah lagu bertempo lambat.

Sehingga terkesan "anjlok" dan didengarkan menjadi tidak enak.

Jika penyiar menemui kendala berupa kesulitan menentukan dan memadukan lagu yang akan diputar, terutama terkait beat, warna musik, maka penyiar perlu memutar jinggle iklan, sebagai pembatas antara dua lagu akan diputar.

2.Penyiar perlu memahami lirik lagu yang akan diputar, apakah pas suasananya dengan kondisi ketika tengah siaran.

Sangat tidak mungkin memutar lagu bertempo lambat ketika melakukan kegiatan siaran di pagi hari, karena idealnya adalah lagu-lagu bertempo cepat untuk menyemangati pendengar.

Begitu pula sebaliknya, di malam hari jelang istirahat, sangat tidak layak pendengar disuguhi lagu-lagu bertempo cepat.

Suatu ketika pernah terjadi seorang penyiar radio memutar lagu manca nostalgia dengan judul "Send Me The Pillow" nya Skeeter Davis di pagi hari ketika masyarakat mulai beraktivitas.

Sementara makna judul lagu "Send Me The Pillow" adalah: kirimi aku bantal, justru terkesan mengajak pendengar untuk tidur di pagi hari.

3.Memahami Aturan Tahun untuk Lagu yang diputar.

Setiap acara lagu-lagu yang diputar, baik itu lagu pop manca atau pop Indonesia, memiliki aturan untuk tahun rilisnya.

Karena lagu-lagu yang diputar disesuaikan dengan segmen usia pendengarnya.

Sangat aneh, ketika acara pendengarnya orang tua di atas 50 tahun, sementara penyiar menyuguhkan lagu-lagu K-pop kegemaran kalangan usia milenial.

Oleh sebab itu, penyiar perlu mengetahui sejarah lagu yang akan diputar, mulai dari tahun rilis, hingga kisah di balik lagu.

Meski sejarah terciptanya lagu, bukan hal yang wajib bagi penyiar, namun paling tidak penyiar paham tahun lagu itu dirilis.

Jangan sampai acara khusus lagu-lagu pop Indonesia tahun 1980-1990, namun penyiar memutar lagu-lagu pop Indonesia tahun 2000-an.

Di sini literasi musik bagi penyiar adalah penting.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Ketika Mick Jagger Berjumpa King of Pop

Rabu, 22 September 2021 | 08:15 WIB

Fugees Gelar Tour Reuni dan Peringati 25 Tahun The Score

Selasa, 21 September 2021 | 20:09 WIB

V BTS Berpose di UNGA, Langsung Jadi Trending di Twitter

Selasa, 21 September 2021 | 12:12 WIB

Josh Klinghoffer Jadi Gitaris Tamu Konser Pearl Jam

Selasa, 21 September 2021 | 09:03 WIB

Kolaborasi Kakak Beradik

Selasa, 21 September 2021 | 08:15 WIB

15 Oktober, Coldplay Akan Rilis Album Terbaru

Senin, 20 September 2021 | 11:47 WIB
X