Ditanya Soal Dosa Operasi Plastik, Tompi Pegang Prinsip Ini

- Kamis, 18 November 2021 | 20:38 WIB
Tompi.(Foto: Dok Net/Istimewa)
Tompi.(Foto: Dok Net/Istimewa)

"Sbnernya pernah nanya nih sama ortu, ttg oplas. Trus dijawab gini "urusan bener atau salah itu urusan sama Allah... Tapi allah udh kasi badan kmu kaya gini ya, mau gimana lagi? Syukuri. Karena allah suka org yg bersukur. Kamu punya hidung kecil, mengganggu nafas kamu tidak? Kalau selagi kamu bisa napas kenapa harus di ubah? Kalau kamu sampai kesulitan melakukan sesuatu, itu baru boleh. Tidak apa apa... Tapi kalo selagi masih bisa, kenapa harus di rubah...? Kalau demi kepuasan sendiri, atau kesannya malah jadi riya lebih baik jangan. Karena lebih banyak mudorot/kejelekannya dibanding kebaikannya," tulis akun fr6stkey

"Lagian juga yg nanya agak krng etis deh. Masa nanya hukum islam soal operasi plastik sama dokter operasi plastik. Kan itu lahan uangnya diaa.. kayak nanya ke penjual makanan, makanan yg dia jual enak apa enggak," tulis fashiaelsaa

"Tompi2 sjak kapan jd ahli tafsir," tulis lirapratiwi

"Cuma mau komen satu, urusan halal haram, boleh tidak bokeh itu tanyanya ke ahli agama. Nanya ke dokter itu urusan kesehatan. Mengenai apa yg diperintah dan apa yg dilarang bukan kapasitas dokter utk menjelaskan itu saja. Sejauh yg saya pelajari dr ilmu agama mengubah fisik yg sdh dikaruniai Allah dengan tujuan selaij untuk karena alasan medis demi kesehatan (bukan kecantikan), yg jika tidak diubah menyulitkan yg bersangkutan utk hidup layaknya orang normal yg sehat wal afiat, itu tidak boleh. Monggo yg pro, tapi mohon maaf kalau utk pendapat pribadi yg muncul bukan atas penjelasan ahli agama, sebaiknya lebih berhati-hati utk membenarkan pendapat pribadi. Khawatir kita salah dalam berpendapat dan melakukan hal-hal yg ternyata di larang agama. Cantik itu relatif. Allah menciptakan makhlulknya dg kesempurnaan. Yg menilai bahwa kurang sempurna adalah makhluk itu sendiri dan makhluk lainnya. Itulah sebabnya di Agama kita dilarang mencela, memaki, body shaming, mengolok-olok kepada sesama. Bisa jadi fisik di mata orang kurang sempurna, tapi imam dan taqwa menurut Allah mendekati sempurna. Toh kecantikan fisik adalah duniawi. Semua yg melekat dg dunia tanpa dibekali imam adalah nafsu, dan nafsu itu dekat sekali dg godaan setan. Kelak jika berada di Surga semua makhluk Allah akan menjadi sempurna. Sedangkan makhluk adalah tempatnya ketidaksempurnaan. Sudah cantik pasti ada yg lebih cantik. Sudah oplas bagian A msh ingin oplas bagian yg lain. Tidak akan ada habisnya selagi yg kita liat selalu langit. Belajarnya membumi untuk bisa mensyukuri segala nikmat yg Allah berikan. Fisik merasa kurang sempurna, tp diberikan kesehatan dan waktu. Byk yg cantik secara fisik tapi diberikan ujian kesehatan atau tdk punya banyak waktu utk beribadah dan sebagainya. Toh Allah Maha Adil, lihatkan nikmat Allah dalam diri kita dan syukurilah, jangan selalu menyamaratakan nilai kita harus sama dg orang lain. Toh kita lahir dna mati ke dan dari dunia ini sendiri-sendiri, tidak sama dan tidak bersama," tulis dapurkhalilabogor

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X