Sinetron Suara Hati Istri: Zahra Dihentikan, Indosiar Bakal Ganti Pemeran dan Ubah Alur Cerita

Red
- Sabtu, 5 Juni 2021 | 16:26 WIB
Tangkapan layar kritikan dari intagram Zaskia Adya Mecca /Instagram @zaskiadyamecca
Tangkapan layar kritikan dari intagram Zaskia Adya Mecca /Instagram @zaskiadyamecca

JAKARTA, suaramerdeka.com - Stasiun televisi swasta Indosiar akhirnya mensikapi serius Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang menjadi polemik dalam sepekan ini. Sinetron produksi Mega Kreasi Film (MKF) itu akhirnya akan dihentikan sementara.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengevaluasi secara menyeluruh terhadap sinetron yang semula dibintangi Lea Ciarachel Fourneaux, gadis remaja berusia 15 tahun, yang memerankan tokoh Zahra.

"Zahra" memiliki muatan yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012.

Evaluasi tersebut di antaranya mencakup jalan cerita dan kesesuaiannya dengan klasifikasi program siaran yang telah ditentukan (R) serta penggunaan artis yang masih berusia 15 tahun untuk berperan sebagai istri ketiga.

Dalam undang-undang perlindungan anak, usia 15 masih masuk kategori anak. KPI sendiri menerima aduan dari masyarakat atas penayangan sinetron itu.

"Ada tuntutan dari masyarakat agar sinetron ini dihentikan," kata Komisioner KPI Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah dikutip dari ANTARA, Sabtu, 5 Juni 2021.

"Namun KPI sendiri berkepentingan untuk menjernihkan masalah ini agar tindakan yang diambil sesuai dengan kewenangan dan juga berdasarkan regulasi yang ada," lanjut Nuning.

Baca Juga: Pemprov Jateng Turunkan Tim Khusus Meneliti Ada Tidaknya Varian Baru di Kudus

Pertemuan KPI dan Indosiar sendiri digelar Kamis, 3 Juni 2021. Hadir pada itu Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo, Komisioner KPI Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah, dan Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) Mohammad Reza. Sedang dari Indosiar diwakili Direktur Program Indosiar Harsiwi Ahmad

Mohammad Reza menambahkan, lembaga penyiaran dan rumah produksi harus memahami regulasi terkait konten siaran. Bukan sekedar undang-undang penyiaran, tapi juga undang-undang lainnya seperti perlindungan anak dan perkawinan.

Menyikapi hal itu, Indosiar berkomitmen untuk mengubah jalan cerita dari sinetron "Zahra". Namun Indosiar membantah jika sinetron ini dianggap sebagai media promosi untuk pernikahan dini. Sebab Zahra digambarkan telah lulus SMA.

Baca Juga: Kapolri dan Panglima TNI Perintahkan PPKM Mikro dan Disiplin Prokes Diperketat

"Sedangkan terkait poligami, ide awalnya adalah ingin memberikan gambaran proporsional poligami yang dapat menimbulkan masalah dan intrik," ujar Harsiwi.

Meski demikian, Harsiwi menyatakan pihaknya sudah bersiap mengganti pemeran Zahra dengan artis lain yang secara usia bukan masuk dalam kategori remaja.

Selain itu, sinetron ini ke depannya akan meniadakan adegan yang sensitif seperti KDRT yang dikeluhkan publik, serta disesuaikan dengan aturan yang ada.

Karena itu, Indosiar akan menghentikan sementara program siaran ini. Menurut Harsiwi, langkah ini diambil untuk memberi kesempatan waktu pada rumah produksi untuk menyusun alur cerita pada sinetron tersebut.

Baca Juga: Cahaya Misterius Tertangkap Kamera CCTV Gunung Raung, LAPAN Duga Meteor Besar

"Komitmen perubahan ini tentunya tidak hanya dilakukan untuk sinetron 'Suara Hati Istri', tapi juga di program lain dan sinetron lainnya," kata Harsiwi.

Polemik sinetron 'Zahra' atau Suara Hati Istri ini bermula ketika warganet mengetahui karakter Zahra diperankan aktris muda yang masih berusia 15 tahun. Mereka juga mengkritik adegan Zahra dan Pak Tirta di atas ranjang karena perbedaan usia yang sangat jauh.

Dalam sinetron itu Zahra berperan menjadi istri ketiga Pak Tirta, yang diperankan oleh aktor Panji Saputra. Tirta dikisahkan sebagai pria berusia 40 tahun dengan tiga istri.

Banyak warganet yang menilai adegan dan sinetron itu seolah menormalisasi pedofilia. Mereka meminta sinetron tersebut dihentikan dengan petisi bertajuk "Hentikan Siaran 'Suara Hati Istri' karena mempromosikan pedophilia" di laman change.org yang sudah ditandatangani lebih dari 63 ribu orang per Jumat, 4 Juni 2021

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Squid Game: Serial Sadis yang Humanis, Ini 7 Faktanya

Senin, 27 September 2021 | 20:32 WIB

Empat Drama Korea yang Cocok Ditonton Mahasiswa Hukum

Minggu, 26 September 2021 | 21:56 WIB

Squid Game : Permainan Mematikan Penghasil Uang

Rabu, 22 September 2021 | 06:12 WIB

Nanno Masih Tampil Garang di Girl From Nowhere Season 2

Selasa, 21 September 2021 | 21:04 WIB

Kabayan Milenial Bersinar Tayang 25 September di TVRI

Senin, 20 September 2021 | 22:25 WIB
X