Sinetron Suara Hati Istri Episode Zahra Terkesan Kampanyekan Pernikahan Anak, KPI Diminta Hentikan Tayangan

- Jumat, 4 Juni 2021 | 16:33 WIB
Sinetron Suara Hati Istri Zahra/Foto Istimewa
Sinetron Suara Hati Istri Zahra/Foto Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota Komisi E DPRD Jateng, Tazkiyyatul Muthmainnah meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan tayangan sinetron Suara Hati Istri episode Zahra yang ditayangkan salah satu televisi swasta nasional.

Anggota Dewan dari PKB ini menilai konten dalam sinetron tersebut justru terkesan mengkampanyekan pernikahan usia anak. Serta menggunakan pemeran berusia 15 tahun sebagai istri ketiga.

“Saya berharap KPI tegas untuk menghentikan tayangan sinetron tersebut,” katanya , Jumat 4 Juni 2021.

Iin, panggilan akrabnya mengatakan meskipun KPI telah memanggil pengelola stasiun televisi dan memberikan saran agar mengganti pemeran, itu belum cukup. Sebab yang terpenting jangan sampai televisi menayangkan lagi pernikahan usia anak, apalagi dalam cerita poligami.

Baca Juga: Bandara Resmi Beroperasi, Ganjar Minta Bupati Kembangkan Sektor Wisata di Purbalingga

Menurut Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah ini, tidak sepatutnya televisi menayangkan sinetron yang menceritakan pernikahan anak. Apalagi Indonesia sedang berupaya menekan angka usia nikah anak yang masih tinggi. Di Jatengn sendiri hampir 12.000 kasus pernikahan anak.

“Apalagi dikemas dalam cerita poligami, di sana juga diceritakan pemain mengalami kekerasan berupa paksaan menikah maupun kekerasan secara psikis," ucap Ketua Pansus Raperda Perlindungan Anak DPRD Jateng ini.

Baca Juga: Demam Gowes, Penggiat Sepeda Minta Pemkot Tegal Segera Sediakan Jalur Khusus Sepeda

Iin menjelaskan di dalam UU Penyiaran, anak merupakan khalayak khusus yang harus dilindungi. Televisi harus menjadi media yang ramah anak dengan cara melindungi dan memberikan hak anak.

" KPI jangan lemah, harus tegas, tunjukkan taji KPI agar konten televisi lebih berkualitas. Salah satu fungsi penyiaran adalah hiburan tapi ada lanjutannya yaitu hiburan yang sehat, semua lembaga penyiaran harus memegang prinsip itu," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMW Astra Rilis Film Pendek Pertama, Elipsis

Jumat, 16 Juli 2021 | 10:11 WIB

WeTV Original Kaget Nikah, Bertabur Bintang

Sabtu, 26 Juni 2021 | 10:40 WIB
X