Film Tjoet Nja' Dhin Berhasil Satukan Rasa Kebangsaan

- Selasa, 1 Juni 2021 | 14:00 WIB
NONTON BARENG: Suasana nobar film Tjoet Nja' Dhien bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di PS Jakarta. (suaramerdeka.com / Benny Benke)
NONTON BARENG: Suasana nobar film Tjoet Nja' Dhien bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di PS Jakarta. (suaramerdeka.com / Benny Benke)

Demi menempatkan film nasional sebagai prioritas utama dan pertama. Sehingga kedatangan penonton film nasional di masa pandemi, ke bioskop, tetap memprioritaskan film nasional sebagai goal-nya.

"Kalaupun film asing tetap diputar, jangan korbankan layar untuk film nasional, atas nama apapun," tekan Christine Hakim.

Hal senada ditambahkan Erros Djarot yang menghimbau kepada pihak bioskop dalam hal ini Cinema XXI/ 21untuk ikut berpartisipasi dalam upaya membangkitkan film Indonesia.

"Dengan membukakan sedikit pintu kepada film nasional. Jangan film asing mendapatkan empat layar, sementara  film nasional malah tidak disambut," kata Erros Djarot.

Menurut Sandi Uno karya inspiratif seperti film Tjoet Nja' Dhien patut mendapatkan sambutan, juga dukungan keberpihakan dari pihak jaringan bioskop kepada film nasional.

"Apalagi film ini dalam pembuatannya melibatkan lebih dari 1500 kru. Bahkan film ini mengalami persoalan keuangan. Banyak kru yang tidak dibayar waktu itu. Tapi hasilnya (menjadi) film epik, dengan meraih delapan Piala Citra dengan segala keterbatasannya. Saya ucapkan apresiasi atas film ini," kata Sandi Uno.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X