Film Tjoet Nja' Dhin Berhasil Satukan Rasa Kebangsaan

- Selasa, 1 Juni 2021 | 14:00 WIB
NONTON BARENG: Suasana nobar film Tjoet Nja' Dhien bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di PS Jakarta. (suaramerdeka.com / Benny Benke)
NONTON BARENG: Suasana nobar film Tjoet Nja' Dhien bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di PS Jakarta. (suaramerdeka.com / Benny Benke)

Baca Juga: Pascainsiden Atap Ruang PN Semarang Roboh, KMPP Jateng Dorong Adanya Audit Anggaran

Yang harus menggunakan empat sampai lima layar dalam satu bioskop untuk memutar film impor.  Apa yang dirasakan Christine Hakim dirasakan juga oleh Erros Djarot.

Menurut Erros, apa yang dilakukan pihak Cinema XXI/21 berlebihan atas penurunan satu layar film Tjoet Nja'Dhien di PIM XXI.

"Tidak masuk akal dan tidak mempunyai empati, atau tidak sejurus dengan anjuran kampanye pemerintah. Yaitu datang ke bioskop menonton film nasional. Bolehlah menayangkan satu judul film asing diputar di empat atau lima layar di satu bioskop, tapi tak perlu juga sampai mengorbankan satu buah layar yang memutar film nasional," kata Erros Djarot seusai nobar film Tjoet Nja' Dhien bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di PS Jakarta, Minggu (30/5/2021).

Ketidakmengetian dan kekecewaan Christine Hakim kepada Cinema XXI / 21 bermula saat per tanggal 20 Mei 2021 film Tjoet Nja' Dhien diputar ulang di lima layar bioskop jaringan XXI/ 21. Yaitu bioskop Plaza Senayan (PS), Pondok Indah Mal (PIM) , TransMall Cibubur, Blok M Square, dan Megamall Bekasi.

Dua hari kemudian, karena ditimbang sambutan penonton film nasional atas film Tjoet Nja' Dhien, dinilai baik, akhirnya mendapatkan tambahan dua layar di bioskop Bintaro XChange dan Karawaci Mall.

Seiring berjalannya hari, film Tjoet Nja' Dhien yang juga sempat ditonton sejumlah tokoh politik, tamu VVIP dan VIP lainnya, akhirnya tersisa tiga (3) layar penayangan.

Yaitu di PS, Blok M Square dan PIM. Namun sayangnya, yang di PIM pun akhirnya harus diturunkan juga, meski sebenarnya, menurut Christine Hakim, raihan penontonnya masih baik.

"Saya yang turut menggalakkan kampanye pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf dan Kementerian terkait, untuk kembali ke Bioskop kembali menonton film nasional, tetap diperlakukan tidak adil pembagian layarnya. Hanya karena ada film baru dari Hollywood yang mulai diputar per hari Rabu (26/5/2021) dan memakan empat sampai lima layar dalam satu bioskop. Yang setelah saya check langsung, isinya tidak lebih banyak dari penonton film Tjoet Nja' Dhien, yang dalam satu layar bisa mencapai 25-30 penonton," kata Christine Hakim.

Karenanya, dia sekaligus mengkritisi Program Pemerintah cq Kemenparekraf dan Kementrian terkait, yang menggaungkan kampanye kembali ke bioskop menonton film nasional, harusnya dipertegas dan diperjelas.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sinopsis Film Decibel, Teror Bom Bikin Jantungan  

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:30 WIB
X