Hari Jadi ke-1115 Kota Magelang, Guru Honorer SMP 2 Sukses Pentaskan Wayang Kulit

- Selasa, 1 Juni 2021 | 12:34 WIB
WAYANG KULIT: Pementasan wayang kulit menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-1115 Kota Magelang. (suaramerdeka.com / Asef Amani)
WAYANG KULIT: Pementasan wayang kulit menjadi penutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-1115 Kota Magelang. (suaramerdeka.com / Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Momen perayaan Hari Jadi ke-1115 Kota Magelang ditutup dengan pementasan wayang kulit secara daring, Sabtu (29/5) malam. Dua dalang asli Magelang, Ki Adi Sulistyo (guru honorer SMP 2 Magelang) dan Ki Radyo Harsono asal Muntilan tampil dalam pertunjukan ini.

Masyarakat yang hadir di lokasi Gedung Wanita memang dibatasi dan menerapkan Prokes ketat, tapi bisa bebas mengakses kanal YouTube Pemkot Magelang guna menyaksikan pementasan tradisi ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Agus Sujito mengatakan, lakon yang diangkat adalah ”Pandawa Syukur”. Cerita fiksi ini menggambarkan kisah penaklukan dan pemenjaraan 97 raja oleh Prabu Jarasanda, Kerajaan Giribaja, yang akan menjadikan 100 orang raja sebagai tumbal.

Baca Juga: Pengamat: Larangan Pegawai Pemkot Semarang Gunakan Kendaraan Pribadi Dinilai Kurang Tepat

Namun, baru 97 raja yang berhasil dipenjarakan. Menyisakan tiga raja lagi, yaitu Puntadewa raja Amarta, Kresna raja Dwarawati, dan Baladewa raja Madura. Para Pandawa dan dua kerajaan lainnya memutuskan untuk membebaskan raja-raja yang menjadi tawanan Prabu Jarasanda.

Setelah melalui pertempuran sengit, Prabu Jarasanda pun berhasil ditaklukkan. Ke-97 raja yang dijadikan tawanan dibebaskan, sehingga mereka bergabung mengikuti Sesaji Raja Suya sebagai wujud syukur Pandawa yang telah berhasil mendirikan negara Amarta.

Agus menuturkan, selain untuk memeriahkan rangkaian Hari Jadi ke-1115 Kota Magelang, wayangan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan.

Baca Juga: Calon Jamaah dan Petugas Harus Siap Apapun Terkait Ada Atau Tidak Ada Pelaksanaan Haji 2021

Tidak hanya itu, pagelaran budaya diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai luhur, sehingga membangkitkan potensi dan minat untuk mengenalkan serta menyukai wayang kulit kepada masyarakat khususnya generasi muda.

Dia menjelaskan, pementasan wayang dalam rangka memperingati Hari Jadi ini memang tidak dilaksanakan semalam suntuk. Efektif hanya berlangsung selama lima jam dari mulai jam 20.00 WIB sampai sekitar jam 01.00 WIB dini hari.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Perjalanan Terjal

Kamis, 28 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Menuang Lara

Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Nyaris

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Norak yang Tak Layak untuk Dibaca

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Ekshibisi Solo Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:32 WIB

Puisi Rock - Rerumputan yang Ku Sayang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Selamat Datang Libur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Kisah-kisah Megah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:59 WIB

Puisi Rock - Episode Kosong

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Ambisi Pecundang

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Diri

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:54 WIB

Puisi Rock - Beranda Belakang

Senin, 18 Oktober 2021 | 07:48 WIB
X