Film Alang-Alang, Kisahkan Anak Pemungut Ikan di Pesisir Pantai Pekalongan

- Selasa, 16 November 2021 | 16:10 WIB
BERDISKUSI: Tim produksi dan aktor film ''Alang-Alang'' saat diskusi proses pembuatan film di Verve Bistro & Coffee Bar, Jalan Pemuda nomor 150. (suaramerdeka.com/Aristya Kusuma Verdana)
BERDISKUSI: Tim produksi dan aktor film ''Alang-Alang'' saat diskusi proses pembuatan film di Verve Bistro & Coffee Bar, Jalan Pemuda nomor 150. (suaramerdeka.com/Aristya Kusuma Verdana)

 SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam tradisi pesisir, saat ikan dilabuhkan oleh nelayan. Terdapat orang-orang yang memungut ikan, kemudian menjualnya. Di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, mereka disebut Alang-alang. Nama itu menjadi judul film layar lebar karya sineas asal Pekalongan, Khusnul Khitam.

''Ini bukan film untuk anak-anak. Meskipun bercerita tentang anak yang meninggalkan rumah karena situasi di rumahnya sudah tidak memungkinkan untuk dia tinggal.

Film ini diperuntukkan kepada remaja dan dewasa,'' kata Sutradara sekaligus Penulis Naskah film ''Alang-Alang'' yang akrab disapa Tatam.

Baca Juga: Lagi! Korban Jiwa Konser Astroworld Travis Scott Bertambah Jadi 10 Orang

Tatam memulai film tersebut dari karya berbentuk dokumenter. Hal itu terjadi pada 2005, sewaktu dirinya kuliah di Surakarta. Film yang sempat diputar di festival film dokumenter tersebut direkamnya menggunakan handycam.

''Saya dibantu teman saya, Nanik. Waktu itu memang sedang senang membuat film. Karena saya asal Pekalongan, ide itu muncul begitu saja. Film dokumenternya berdurasi sekitad 17 menit,'' tuturnya.

Ide tersebut dilanjutkannya pada 2010. Tatam mulai menulis cerita untuk film fiksi. Ide untuk film dokumenter digubahnya menjadi fiksi.

Baca Juga: Tatap Seri 3, PSIS Fokus Benahi Finishing

Gayung bersambut setelah dia bertemu dengan Chandra Sembiring, produser film ''Alang-Alang'', bersama rumah produksi Aksa Bumi Langit pada 2020.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X