Lindungi Sastra Masyarakat Sasak, Kantor Bahasa Provinsi NTB Konservasi Sastra Lisan Cupak Gerantang

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:37 WIB
Masyarakat Sasak (suaramerdeka.com/dok)
Masyarakat Sasak (suaramerdeka.com/dok)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk melindungi sastra masyarakat Sasak berupa Cupak Gerantang, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kegiatan prioritas unggulan pada tahun anggaran 2021 berupa konservasi sastra lisan, yakni naskah drama pentas dan sastra tulis lama atau sastra lama berupa naskah lontar yakni naskah tembang yang masih digunakan oleh sebagian masyarakat Lombok, khususnya suku Sasak.

"Konservasi ini dijadikan sebagai program unggulan dengan alasan karena kegiatan tersebut merupakan langkah dan upaya pemeliharaan dan pelindungan terhadap karya sastra yang sudah mulai tergerus oleh kondisi modernisasi dan digitalisasi," ujar Kepala Kantor Bahasa NTB, Umi Kulsum kepada wartawan, Rabu 20 Oktober 2021.

Selain itu, kegiatan konservasi ini juga sebagai tanggung jawab kantor Bahasa sebagai salah satu lembaga pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi dalam membina dan mengembangkan bahasa, baik bahasa negara maupun bahasa daerah sebagimana yang telah diamanatkan oleh Undang-undang nomor 24 Tahun 2009 tantang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Baca Juga: Masih Tinggi, Harga 7 Komoditas Pangan Indonesia Sebenarnya Masih Bisa Ditekan

Umi menjelaskan konsep melindungi dalam hal ini setidaknya terkait dengan dua hal antara lain mempertahankan keberadaan sastra masyarakata Sasak berupa Cupak Gerantang agar tetap digunakan dan dinikmati oleh masyarakat Sasak sebagai pemiliknya, dan mengembangkan sastra Sasak berupa Cupak Gerantang agar lebih adaptif terhadap kehidupan kekinian masyarakat pemiliknya.

Kegiatan konservasi sastra di Kabupaten Lombok Utara ini, lanjut Umi, mencakup upaya mempertahankan dan mengembangkan sastra Sasak Cupak Gerantang dengan jalan mendata atau mendukumentasikan kembali Cupak Gerantang dari cerita yang sesungguhnya sampai pada tahap revitalisasi generasi kedua dan ketiga.

"Dengan demikian, kegiatan ini diawali dengan kegiatan mengumpulkan data yang selanjutnya dibuat menjadi naskah siap pentas. Setelah naskah siap dipentaskan, tim kemudian mengumpulkan para pemeran Cupak Gerantang yang pernah terlibat dalam pementasan cupak gerantang pada kurun waktu sepuluh tahun sebelum kegiatan ini dilakukan," tuturnya.

Baca Juga: Video Ucapan Jokowi Tidak Berminat Jabat Presiden untuk Tiga Periode Diedit, Addie MS: Digoreng Sampai Angus

Para pemain Cupak Gerantang ini kemudian mengajarkan atau mentransfer pengetahuan mereka kepada generasi berikutnya sehingga generasi berikutnya terampil dalam mementaskan Cupak Getantang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Imaji Absurd 3

Rabu, 8 Desember 2021 | 08:17 WIB

Puisi Rock - Sebatas Layar

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:10 WIB

Puisi Rock - Berlalu Tanpa Esensi

Senin, 6 Desember 2021 | 23:57 WIB

Puisi Rock - Mereka yang Tersesat

Senin, 6 Desember 2021 | 08:03 WIB

Puisi Rock - Bebatuan yang Terlelap

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Besi Kegerahan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Hiruk Pikuk Kepalsuan

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:09 WIB

Puisi Rock - Mendamba Keindahan

Kamis, 2 Desember 2021 | 23:55 WIB

Puisi Rock - Imaji Absurd 2

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:18 WIB

Puisi Rock - Mari Kita Bermain

Rabu, 1 Desember 2021 | 08:16 WIB

Puisi Rock - Seandainya

Selasa, 30 November 2021 | 08:04 WIB

Puisi Rock - Imaji Absurd

Senin, 29 November 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Dingin

Minggu, 28 November 2021 | 11:31 WIB

Puisi Rock - Selamat Pagi Gelombang

Sabtu, 27 November 2021 | 08:15 WIB

Puisi Rock - Keledai-keledai Kenikmatan

Jumat, 26 November 2021 | 09:10 WIB

Puisi Soft Rock - Esok yang Kedua

Kamis, 25 November 2021 | 23:48 WIB

Puisi Rock - Kedatangan Sunyi

Kamis, 25 November 2021 | 08:13 WIB

Puisi Rock - Puisi Berdasi

Rabu, 24 November 2021 | 08:00 WIB
X