Fungsi Sastra dan Sejarah Sebagai Ingatan Kolektif Bangsa

- Senin, 11 Oktober 2021 | 08:48 WIB
Sasarehan daring atau Sadaring seri ke-5 yang digelar organisasi penulis Satupena bertema “Sejarah dalam Sastra” di Jakarta, Minggu 10 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / dok)
Sasarehan daring atau Sadaring seri ke-5 yang digelar organisasi penulis Satupena bertema “Sejarah dalam Sastra” di Jakarta, Minggu 10 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Cerita sejarah yang diangkat dalam bentuk karya sastra akan menggugah ingatan masyarakat akan suatu peristiwa yang tak tertulis dalam teks sejarah, meskipun peristiwa itu berdampak besar dalam kehidupan masyarakat.

Begitu juga dengan fakta dan pertiswa sejarah yang ditulis sesuai dengan kaidah prosedur ilmiah, menjadi sumber berharga bagi penulisan karya sastra.

Sisi lain dalam sejarah bisa dibuat menarik dalam karya sastra, sebab fiksi memberi kebebasan bagi penulis untuk meramunya menjadi cerita menarik dalam karya sastra berbasis peristiwa sejarah.

Demikian benang merah dari sasarehan daring atau Sadaring seri ke-5 yang digelar organisasi penulis Satupena bertema “Sejarah dalam Sastra” di Jakarta, Minggu 10 Oktober 2021.

Baca Juga: Diresmikan, Rumah Pribadi Jenderal Gatot Subroto Jadi Museum

Sadaring menampilkan tiga narasumber berbobot, yakni penulis novel sejarah, Iksaka Banu, peneliti dan penulis sejarah, Amurwani Dwi Lestariningsih, dan penulis novel dan antropolog, Nusya Kuswantin.

Acara Sadaring dimoderatori sejarawan UGM yang juga salah satu Ketua Presidium Satupena, Prof. Sri Margana.

Dua puisi dibacakan sebelum acara dimulai yakni puisi “Catatan Harian” karya Putu Fajar Arcana, dan puisi “Pelajaran” yang dibawakan Magdalena Sitorus.

Margana memberikan gambaran teoritis tentang hubungan sastra dan sejarah sehingga memberi pemahaman utuh bagi peserta untuk memahmi apa yang diungkapkan para narasumber.

Baca Juga: Benyamin S (2), Hobi Menghibur, Kerap Ditraktir Teman-teman Sekolah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Norak yang Tak Layak untuk Dibaca

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Ekshibisi Solo Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:32 WIB

Puisi Rock - Rerumputan yang Ku Sayang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Selamat Datang Libur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Kisah-kisah Megah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:59 WIB

Puisi Rock - Episode Kosong

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Ambisi Pecundang

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Diri

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:54 WIB

Puisi Rock - Beranda Belakang

Senin, 18 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Jalan Berbelok

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Mengejar Gelombang

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Terjerembab Kosong

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Puisi Rock - Tirai Menjemukan

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Puisi Rock - Hari Ini Tanpa Judul

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Demikian Rerumputan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:48 WIB
X