PSGK Pentaskan Wayang Sinema Anggraeni Candrakirana

- Kamis, 16 September 2021 | 22:21 WIB
Tokoh Panji Kertapati dan Dewi Anggraeni dalam pentas wayang orang bertajuk "Anggraeni Candrakirana". (SM/dok) 
Tokoh Panji Kertapati dan Dewi Anggraeni dalam pentas wayang orang bertajuk "Anggraeni Candrakirana". (SM/dok) 

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - PSGK Pentaskan Wayang Sinema "Anggraeni Candrakirana" di Kanal YouTube "Bukankah saya punya hak untuk memilih Anggraeni daripada Galuh Candrakirana?"

Pertanyaan retoris ini terlontar oleh Panji Kertapati kala merespons ramanya, Prabu Jayengrana, yang memaksa Panji meninggalkan istrinya demi perempuan lain dari Kerajaan Kediri.

Retoris, sebab Panji 'takluk' akan kesepakatan perjodohan antara Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri demi kelanggengan dua kerajaan pecahan Kahuripan tersebut.

Baca Juga: Jelang Jumpa, PSIS Waspadai Kekuatan Persiraja

Dari sudut pandang Prabu Jayengrana, Panji teranggap tak mampu menahan diri sehingga menikahi Dewi Anggraeni, seorang perempuan dari golongan rakyat.

Padahal, kesepakatan telah dibuat dengan Prabu Jayawangsa, Raja Kediri, bahwa kelak anak-anak mereka mesti menjadi sepasang suami istri. Jayawangsa pun muntab lantaran Galuh Candrakirana, yang 'rela' berkorban untuk Kerajaan Kediri, 'dikhianati' Panji.

Meski begitu Galuh tetap setia pada Panji yang telah beristri. Singkat cerita, Jayengrana mencetuskan ide gila untuk membunuh Anggraeni. Tentangan sempat datang dari Kilisuci, sesepuh Jenggala.

Tidak dengan seorang nayaka Jenggala, ia justru menjadi eksekutor pembunuhan dengan dalih mencegah perang saudara.

Melihat jasad Anggraeni terbaring kaku bersimbah darah dan sebilah keris masih menancap di perut, Panji meraung meratapi kematian pujaan hatinya itu. Pada akhirnya, Panji, dan tentu Galuh, mengindahkan perjodohan.

Keduanya tak berdaya di hadapan penguasa laki-laki dengan mengatasnamakan kerukunan antar kerajaan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ekshibisi Solo Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 12:32 WIB

Puisi Rock - Rerumputan yang Ku Sayang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Selamat Datang Libur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Kisah-kisah Megah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:59 WIB

Puisi Rock - Episode Kosong

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Ambisi Pecundang

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Diri

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:54 WIB

Puisi Rock - Beranda Belakang

Senin, 18 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Jalan Berbelok

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Mengejar Gelombang

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Terjerembab Kosong

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Puisi Rock - Tirai Menjemukan

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Puisi Rock - Hari Ini Tanpa Judul

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Demikian Rerumputan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:48 WIB
X