72 Tahun Chrisye, Berikut Kisah 10 Lagu yang Pernah Dinyanyikannya

- Kamis, 16 September 2021 | 17:23 WIB
Chrisye tahun 1984. (foto: sampul album Nona)
Chrisye tahun 1984. (foto: sampul album Nona)

suaramerdeka.com - Tanggal 16 September 2021, tepat 72 tahun usia Chrisye.

Chrisye lahir di Jakarta, 16 September 1949, anak ke-2 dari 3 bersaudara pasangan Rahadi dan Hanna.

Chrisye beruntung tinggal di Jalan Pegangsaan Barat 12a, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Sukses Radja di Tengah Gelombang JRock

Karena tetangganya, Keenan Nasution dan saudara-saudaranya punya peralatan band.

Sehingga Chrisye bisa bergabung di band Sabda Nada, lalu menjadi Gipsy di rumah tetangganya itu.

Chrisye telah memberi kontribusi musik bagi perkembangan musik pop Indonesia.

Baca Juga: Radja Sindir Kebiasaan Orang Narsis

Jika musik pop Indonesia pada awal 1970an hingga 1976 didominasi musik ala Koes Plus, maka saat Chrisye muncul dengan album Badai Pasti Berlalu (1977) seakan memutar 180 derajat musik pop Indonesia.

Praktis saat itu hampir seluruh musisi pop Indonesia memainkan musik yang sealiran dengan musik Badai Pasti Berlalu.

Sebagai contoh musik pada album Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors, Prambors band, dan lain-lain.

Memasuki era 1980an, 1990an, hingga era 2000an, pola musik pop Indonesia terus berubah.

Chrisye pun mengikuti perkembangan musik pop yang ada.

Sebab formula musik model Badai..., sudah dianggap lewat dari pasar.

Begitulah Chrisye bisa bertahan sampai akhir hayatnya, 30 Maret 2007 dalam usia 57 tahun.

Berikut kisah di balik lagu-lagu Chrisye.

1. Lilin-lilin Kecil

Pada tahun 1977, Radio Prambors Jakarta menggelar Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors.

Salah satu penyiar Prambors, Sys NS ditugaskan mencari Chrisye.

Tujuannya meminta Chrisye menyanyikan lagu "Lilin-lilin Kecil' karya James F Sundah.

Chrisye awalnya menolak menyanyikan lagu tersebut, lantaran dia merasa nggak enak dengan Gipsy, band yang membesarkan namanya.

Setelah dibujuk rayu oleh Sys NS, Chrisye akhirnya bersedia membawakan "Lilin-lilin Kecil".

Lagu tersebut belakangan jadi julukan untuk Chrisye.

Menurut James F Sundah, dia menciptakan "Lilin-lilin Kecil" saat listrik padam.

James melihat ada pengorbanan besar dari lilin yang menyala, begitulah filosofinya.

2. Merepih Alam

Suatu sore di tahun 1977, Chrisye tengah nongkrong di teras rumah di Jalan Pegangsaan Barat.

Sembari ditemani gitar akustik, Chrisye menciptakan lagu "Merepih Alam".

Lagu "Merepih Alam" kemudian dibawakan Chrisye di album Badai Pasti Berlalu (1977) dan versi remake Badai Pasti Berlalu (1999).

Konon lagu "Merepih Alam" adalah lagu pertama yang diciptakan Chrisye.

3. Serasa

Pada pertengahan tahun 1970an, musik disco tengah booming.

Chrisye yang tengah nongkrong di Aquarius, disarankan membuat lagu modelnya mirip dengan "Spring Rain" nys Bebu Silvetti.

Hasilnya tercipta lagu "Serasa" yang semula akan dimuat di album Jurang Pemisah (1977) tetapi justru masuk album Badai Pasti Berlalu (1977).

Untuk menggambarkan suasana musik disco, lagu "Serasa" dimainkan dalam irama hustle.

3. Sabda Alam

Chrisye berkawan akrab dengan komposer, penyanyi dan aktor Junaedi Salat.

Bagi yang belum familiar dengan Junaedi Salat, bisa nonton film jadul Ali Topan Anak Jalanan (1978) dan Jangan Kau Sakiti Hatinya (1980).

Junaedi Salat, di mata Chrisye, adalah komposer dengan penulisan lirik yang cukup dalam.

Tidak salah jika Chrisye berkolaborasi dengan Junaedi Salat menciptakan lagu "Sabda Alam".

Munculnya lagu "Sabda Alam" di tahun 1978 menambah jumlah lagu dengan judul yang sama.

Karena sebelumnya sudah ada lagu "Sabda Alam" karya Ismail Marzuki yang berbeda 100 persen dengan "Sabda Alam" nya Chrisye.

4. Galih dan Ratna

Selain berkawan karib dengan Junaedi Salat, Chrisye juga berkawan karib dengan Guruh Soekarnoputra.

Putra bungsu mantan Presiden Soekarno ini sejak tahun 1975 sudah menciptakan lagu untuk dibawakan Chrisye.

Salah satu lagu karya Guruh yang cukup terkenal di tahun 1980 adalah "Galih dan Ratna".

Lagu ini menjadi terkenal juga didukung penampilan Chrisye di film Puspa Indah Taman Hati (1980) yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Goesman.

Penikmat musik pop Indonesia pun penggemar Chrisye kalau mau nyari kaset yang memuat lagu "Galih dan Ratna", cukup menyebut: cari kaset Galih dan Ratna.

Padahal judul kaset albumnya, Puspa Indah.

5. Resesi

Pada awal 1983, Chrisye bersama Erros Djarot dan Yockie Suryoprayogo menggarap album Resesi.

Di album tersebut ada lagu yang liriknya condong ke kritik sosial, "Resesi".

Saat itu tengah terjadi resesi ekonomi.

Sementara dalam wawancara dengan Chrisye di Hotel Grand Candi Semarang, november 2000, Chrisye mengaku tidak jago menulis lagu-lagu kritik sosial.

Chrisye menyerahkan sepenuhnya hal itu pada Erros Djarot dan Yockie.

Hal itu dibenarkan Erros Djarot dalam diskusi musik tahun 2014 dipandu Denny Sakrie.

Awalnya melihat gaya menyanyi Chrisye yang kurang menghayati lagu "Resesi", Erros merasa kurang puas.

"Tapi vokalnya Chrisye, ...hebat banget," puji Erros Djarot, dalam diskusi itu.

Lagu "Resesi" yang musiknya dipengaruhi musik The Police pada lagu "Walking on The Moon" (1979), dikemas dalam album Resesi (1983).

Pada sampul album, Chrisye diminta memerankan sosok pengamat ekonomi yang tengah diwawancarai wartawan.

6. Selamat Jalan Kekasih

Lagu "Selamat Jalan Kekasih" aslinya dinyanyikan Yockie Suryoprayogo di solo albumnya, Selamat Jalan Kekasih (1982).

Di album Metropolitan (1983), Chrisye mendaur ulang "Selamat Jalan Kekasih" sembari mendentam bas elektrik, diiringi Yockie pada piano dan syntheziser oberheim, Uce Hudioro pada drum, dan Ian Antono pada gitar akustik.

Namun masyarakat justru lebih mengenal versi Chrisye ketimbang versi Yockie.

7. Aku Cinta Dia

Diciptakan Aji Soetama ketika jelang dini hari, album terbaru Chrisye belum ada lagu jagoan.

Setelah lagu berjudul "Aku Cinta Dia" rampung, Chrisye berlatih lagu itu di studio Musica di awal 1986.

Tiba-tiba produser dari Musica, Aciu muncul di studio.

Dia menyebut lagu "Aku Cinta Dia" sebagai lagu jagoan.

Prediksi Aciu cukup tepat, lagu "Aku Cinta Dia" jadi viral di awal 1986.

Album Aku Cinta Dia pun meraih penghargaan emas.

Tetapi di balik promo album ini, Chrisye harus menyanyi sembari ngedance yang sama sekali kurang begitu diminatinya.

8. Anak Sekolah

Suatu ketika di tahun 1987, komposer Oddie Agam diminta arranger dan musisi Addie MS untuk memberi lagu-lagu ciptaannya.

"Saya tidak pernah menawarkan lagu-lagu ciptaan saya ke perusahaan rekaman. Justru teman-teman musisi macam Addie MS, Erwin Gutawa, dan Chandra Darusman yang meminta lagu pada saya," kata Oddie Agam, saat wawancara tahun 2014 di salah satu rumah makan, Jalan MT Haryono Semarang.

Lagu-lagu karya Oddie Agam kemudian ditawarkan ke Chrisye untuk diseleksi.

Chrisye memang terkenal selektif dalam soal pemilihan lagu.

Ada dua lagu karya Oddie Agam yang direkam Chrisye untuk album Nona Lisa (1987).

Yaitu "Anak Sekolah" dan "Satu Cinta".

Lagu "Anak Sekolah" justru menjadi hits di akhir 1987.

Bahkan lagu "Anak Sekolah" sanggup menyamai kepopuleran lagu "Aku Cinta Dia".

9. Kisah Cintaku

Tito Soemarsono sebelumnya dikenal sebagai musisi jazz.

Bas elektrik adalah instrument yang dimainkannya.

Selain sebagai musisi jazz, membantu rekaman album pop milik penyanyi lainnya, Tito juga piawai menciptakan lagu-lagu pop.

Salah satu lagu karya Tito Soemarsono yang cukup terkenal dibawakan Chrisye adalah "Kisah Cintaku".

Lagu ini dibawakan Chrisye dengan vokal latar Atiek CB dan musiknya ditangani Youngky Soewarno pada kibor, Mus Mujiono pada gitar, serta Embong Rahardjo pada saksofon.

Lagu "Kisah Cintaku" dimuat dalam album Jumpa Pertama (1988).

Menurut Tito, Chrisye cuma butuh lagu yang easy.

Maka menciptakan lagu-lagu easy listen bukan perkara sulit bagi Tito.

Selain "Kisah Cintaku", lagu-lagu ciptaan Tito juga banyak yang dinyanyikan Chrisye dan selalu jadi hits.

10.,Ketika Kaki dan Tangan Berkata

Lagu "Ketika Kaki dan Tangan Berkata" adalah lagu yang membuat siapapun penikmatnya akan merasa ngeri.

Lirik lagu ini bermuatan reliji dan ditulis Taufiq Ismail.

Konon Taufiq Ismail yang diminta menulis lagu oleh Chrisye, sempat tak mampu menulis liriknya.

Sementara Erwin Gutawa sudah berulang ulang meminta Chrisye menyelesaikan take vokalnya.

Karena Taufiq Ismail rajin membaca surah Yasin, dia baru mendapatkan inspirasinya pada ayat 65.

Terjemahan dari Surah Yasin ayat 65 adalah: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Setelah lagu yang diberi judul "Ketika Kaki dan Tangan Berkata" rampung, Taufiq menyerahkan lagu itu kepada Chrisye.

Namun saat take vokal di studio, Chrisye mengalami kesulitan, bahkan sampai menangis.

Hingga akhirnya, lagu tersebut berhasil dinyanyikan Chrisye.

Chrisye sendiri mengaku tak sanggup mengulang untuk menyanyikan lagu yang liriknya membuatnya merinding.








Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BTS Tampil dengan Megan, Jungkook Jaga Jarak

Selasa, 30 November 2021 | 06:12 WIB

Mengenal TREASURE, Grup Muda YG Entertainment

Senin, 29 November 2021 | 10:01 WIB

Tagar Kai Comeback Tengah Trending, Ini Penyebabnya

Senin, 29 November 2021 | 06:48 WIB

Dua Lagu Ini Jadi Penyemangat bagi Penderita AIDS

Sabtu, 27 November 2021 | 21:52 WIB
X