Seniman Tampil di Tengah Kampung, Kembali Berkontribusi di Masa Pandemi

- Selasa, 14 September 2021 | 20:34 WIB
 PAMERAN: Pengunjung melihat pameran yang merupakan rangkain acara bertajuk ''Jalan Terus'' di Kampung Rantingpelangi, Wonolopo, Mijen. (suaramerdeka.com/Aristya Kusuma Verdana)
PAMERAN: Pengunjung melihat pameran yang merupakan rangkain acara bertajuk ''Jalan Terus'' di Kampung Rantingpelangi, Wonolopo, Mijen. (suaramerdeka.com/Aristya Kusuma Verdana)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Salah satu warga Kampung Rantingpelangi, Wonolopo, Mijen, Aphrodita, yang datang dalam acara bertajuk ''Jalan Terus'', merasa senang dengan penampilan para seniman di tengah kampungnya. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara pemuda kampung dengan komunitas Kolektif Hysteria.

''Fasilitas yang diberikan Kolektif Hysteria kepada kami bisa dimanfaatkan dengan baik, tak hanya untuk komunitas seni. Tetapi juga karang taruna atau aktivis kampung yang menginginkan warganya berdaya,'' kata Aphrodita.

Selama dua hari berlangsung, Sabtu-Minggu (11-12/9), menampilkan para seniman di panggung yang bisa dibongkar pasang dengan cepat. Para seniman antara lain, Soegi Bornean, Bhakta Murti, Tridhatu, Ra, Pohon Sardjono, WOL, DJ Scaregrind. Para remaja Kampung Rantingpelangi juga tampil.

Baca Juga: Mewujudkan Jalur Kereta Api Semarang-Rembang

Panggung bongkar pasang tersebut merupakan properti Dinas Cipta Tempat dan Ruang (DCTR) Kolektif Hysteria. Berupa dua unit sepeda motor roda tiga, yang dimodifikasi hingga mempunyai multifungsi yakni alat angkut, panggung, dan galeri berjalan.

''Dengan alat tersebut bisa digunakan untuk menggelar acara seni di berbagai tempat, sesuai eksperimen. Di tempat yang jauh dari jangkauan publik maupun di tengah pemukiman padat. Juga dilengkapi dengan sound system dan genset,'' ucap Ketua Panitia ulang tahun, Tommy Ari Wibowo.

Dia menjelaskan, selama acara berlangsung tetap menggunakan protokol kesehatan. Kegiatan yang merupakan acara perayaan hari ulang tahun Kolektif Hysteria ke-17 beberapa hari lalu, disiarkan langsung secara daring. Di kanal Instagram akun @grobakhysteria.

''Menandai keterbukaan kami Hys untuk mendukung seniman dan aktivis kampung di Semarang, dengan menggunakan aset yang dikumpulkan 17 tahun terakhir ini,'' tuturnya.

Baca Juga: PTM Digelar, Nadiem: Sekolah di Wilayah PPKM Level 1-3 Jangan Ragu

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Tidak Penting

Senin, 20 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Jerat Kenikmatan

Minggu, 19 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Basa Basi Palsu

Sabtu, 18 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Menyanyi Sendiri

Jumat, 17 September 2021 | 07:48 WIB

Anne of Green Gables, Imajinasi Gadis Yatim Piatu

Kamis, 16 September 2021 | 22:57 WIB

PSGK Pentaskan Wayang Sinema Anggraeni Candrakirana

Kamis, 16 September 2021 | 22:21 WIB

Puisi Rock - Jalan yang Sirna

Kamis, 16 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Satu Rangkaian Cemburu

Rabu, 15 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Selera Anjing Tua

Selasa, 14 September 2021 | 07:48 WIB

Adin Hysteria: Anak Muda Butuh Spirit Militan

Senin, 13 September 2021 | 09:44 WIB

Puisi Rock - Tertawa Hari Ini

Senin, 13 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Pertanyaan Itu

Minggu, 12 September 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Hujan dan Ambisi

Sabtu, 11 September 2021 | 22:06 WIB
X