Membanggakan, Film Indonesia Kembali Tembus di Ajang Festival Film Internasional Toronto

- Selasa, 14 September 2021 | 18:34 WIB
Festival film internasional Toronto. (instagram/@sepertidendamfilm)
Festival film internasional Toronto. (instagram/@sepertidendamfilm)

suaramerdeka.com - Kabar membanggakan datang dari dunia perfilman Indonesia.

Film berjudul “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” tampil di ajang Festival Film Internasional Toronto, hari ini, Selasa 14 September 2021.

Film ini dibintangi aktor-aktor ternama, seperti Reza Rahardian, Ratu Felisha, Marthina Lio, Sal Priadi, dan Lady Cheryl.

Sebelumnya pemutaran perdana film ini untuk publik diadakan di Singapura dan diwakili oleh co producer Weijie Lai, E&W Films.

Baca Juga: Tren Data Bocor Makin Marak, Badan Siber Perlu Penguatan

Hal itu disampaikan langsung melalui akun resmi Instagram @sepertidendamfilm, Selasa 14 September 2021.

Pemutaran film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” di Festival Film International Toronto dihadiri oleh sutradara dan penulis skenario, Edwin.

Edwin dan Direktur Program Festival Film International Toronto, Peter Kuplowsky juga mengadakan sesi tanya jawab usai pemutaran berlangsung.

Melalui akun resmi Instagram rumah produksi @palarifilms, mereka memberikan kabar terkini acara pemutaran yang berlangsung di Festival Film International Toronto.

Baca Juga: Rizky Febian Coba Berakting dan Mengisi Soundtrack

Selain Edwin, tim “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” juga diwakili oleh eksekutif produser, Natasha Sidharta, dan co-producer, Weijie Lai.

Film ini sebelumnya juga memenangkan Piala Golden Leopard di Festival Film Locano pada tanggal 15 Agustus 2021.

Film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas” diadaptasi dari buku karya Eka Kurniawan yang diterbitkan pertama kali tahun 2014 oleh Gramedia dan telah mengalami beberapa kali naik cetak dengan sampul muka yang berbeda.

Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 6 bahasa, yaitu Arab, Mandarin, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.

Cerita dari film ini berlatar pada era akhir 80-an hingga 90-an yang mengisahkan tokoh Ajo Kawir dan Iteung.* (mg15)

 

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X