Pameran Tunggal Eyel- Persisten dan Konsisten, Apresiasi Kooky Love Usai 16 Tahun Berkarya

- Selasa, 14 September 2021 | 08:12 WIB
Kooky Love pameran tunggal Eyel-Persisten dan Konsisten di Waroeng Kopi Alam, Singosari, Semarang. (suaramerdeka.com / Jati Prihatnomo)
Kooky Love pameran tunggal Eyel-Persisten dan Konsisten di Waroeng Kopi Alam, Singosari, Semarang. (suaramerdeka.com / Jati Prihatnomo)

“Sampai pada akhirnya, saya menemukan bahwa diri saya telah mencapai cita-cita masa kecil ketika saya mulai menerjuni dunia desain dan ilustrasi ini, terhitung sejak saya mulai bekerja di PT Arindo Garmentama sekitar bulan Juli 2003 sebagai desainer grafis baju anak untuk brand Matahari departement store, Little m, Aerokids, dan Kids Too,” kata Dina menambahkan.

Dua tahun kemudian seorang teman kerja mengenalkannya dengan situs kompetisi desain kaos online yang cukup familiar di kalangan seniman gambar, threadless.

Bergabung sejak Juli 2005, ia telah membuat dan submit karya sebanyak 1.369 desain sampai hari ini.

“Tahun ini adalah tahun ke 16 saya berkiprah di dunia ilustrasi t-shirt. Awal bergabung dengan threadless sangatlah berat, saya harus submit sebanyak 43 desain dalam waktu 1 tahun sampa akhirnya desain yang ke 44 dipilih oleh threadless sebagai juara untuk dicetak. Desain pertama saya adalah 3 House. Pada titik inilah saya menemukan semboyan hidup yang saya pegang sampai sekarang, Never give up, but keep it up! Maybe your next design is your winning design,” terangnya.

Lebih lanjut, Dina menuturkan melalui pameran tunggal ini dirinya ingin menularkan sebuah semangat bahwa melalui menggambar orang bisa hidup sejahtera.

Bagaimana seni bertahan hidup dengan tetap fokus, konsisten dan persisten pada jalur karya seni itu sendiri (ilustrasi t-shirt).

Bagaimana proses berkesenian kita mampu menghidupi kita, bahkan membuat hidup kita jauh lebih sejahtera secara rohani ataupun jasmani.

“Pameran tunggal saya bertajuk Eyel ini sesungguhnya bertujuan untuk membagikan pengalaman berkesenian dan kehidupan nyata sehari-hari yang saya alami selama 16 tahun terakhir ini."

"Ngéyél bagi saya adalah sebuah sikap etos kerja yang tidak mau mengalah/ kalah dengan keadaaan ( nasib, framing, stigma, batasan dan keterbatasan) sampai akhirnya kita bisa meraih apa yang menjadi pencapaian kita dan kita bisa merdeka dalam berkarya. Dan itu saya buktikan sampai sekarang,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Rock - Diri

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:54 WIB

Puisi Rock - Beranda Belakang

Senin, 18 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Jalan Berbelok

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Mengejar Gelombang

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Terjerembab Kosong

Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Puisi Rock - Tirai Menjemukan

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:51 WIB

Puisi Rock - Hari Ini Tanpa Judul

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Demikian Rerumputan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Siapa?

Senin, 11 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Sebuah Anjuran

Minggu, 10 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Puisi Rock - Bola Ini

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 07:48 WIB

Abdulrazak Gurnah Dianugerahi Hadiah Nobel Sastra

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Puisi Rock - Percikan untuk Rerumputan

Jumat, 8 Oktober 2021 | 07:48 WIB
X