Kilas Balik Film Pengkhianatan G30S PKI, Amoroso Katamsi: Apa Iya, Saya Mirip Pak Harto?

- Sabtu, 11 September 2021 | 19:39 WIB
Amoroso Katamsi/Courtesy PFN/ Film Pengkhianatan G30SPKI
Amoroso Katamsi/Courtesy PFN/ Film Pengkhianatan G30SPKI

Amoros mengungkapkan banyak mendalami tokoh Soeharto melalu buku-buku Biografi, foto dan film tentang Soeharto di masa itu.

"Dalam perannya menjadi Pak Harto, selain mempelajari skenario, juga banyak bahan yang mesti saya pelajari pula.

Misalnya buku-buku tentang beliau, foto dan film tentang beliau pada masa itu, saya coba simak untuk bisa menopang proses penghayatan saya terhadap Pak Harto yang akan saya perankan,” kata Amoroso, seperti dikutip dari Historia.

Selama 3 bulan berlatih, akhirnya ia mampu mengimajinasikan karakter Soeharto.

Banyak yang menilai Amoroso paling mirip dengan Soeharto. Namun, dirinya tak pernah merasa mirip Soeharto.

Orang lain pun tak pernah mengatakan dirinya mirip Soeharto. Justru saat sudah terpilih untuk memerankan Soeharto, dia masih bertanya-tanya, “Apa ya, saya mirip Pak Harto?”

“Halnya suara, orang juga menilai hampir mirip dan memang dalam film itu suara saya asli,” kata Amoroso seperti dikutip dalam wawancara dengan Panji Masyarakat, 21-30 November 1991.

Memerankan Soeharto mengantarkan Amoroso menjadi nominator pemeran utama terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 1984. Sebelumnya, dia terpilih sebagai pemeran pembantu pria terbaik dalam film Serangan Fajar tahun 1982.

Apa Siapa Orang Film Indonesia mencatat filmografi Amoroso antara lain Darah ibuku (semi dokumenter), Menanti Kelahiran Cinta Abadi (1976), Terminal Cinta, Duo Kribo, Balada Anak Tercinta (1977), Yuyun: Pasien Rumah Sakit Jiwa, Buah Terlarang (1979), Gadis Penakluk (1980), Nyanyian Setan, Calon Arang, Bila Saatnya Tiba (1985), dan Pergaulan (1994).

Tak hanya menjadi seorang aktor, Amoroso memang mumpuni dibanyak hal. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris dewan juri film cerita pada FFI (1990-1992) dan ketua dewan juri sinetron cerita pada Festival Sinetron Indonesia 1995. Dia duduk dalam Dewan Pertimbangan Organisasi Persatuan Perusahaan Film Indonesia (1998-2001).

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Historia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X