Bioskop Dilarang Beroperasi Selama PPKM, GPBSI: Ekosistem Perfilman Indonesia Akan Jadi Korban

- Rabu, 8 September 2021 | 06:30 WIB
Webinar bertajuk 'Menelisik Minat dan Selera Penonton Muda Indonesia'. (suaramerdeka.com / dok)
Webinar bertajuk 'Menelisik Minat dan Selera Penonton Muda Indonesia'. (suaramerdeka.com / dok)

Masih menurut Djonny, andaikata pada Selasa, tanggal 14 September nanti bioskop benar-benar beroperasional, dia menyangsikan apakah para produser film nasional mau dan berani memutar filmnya.

"Jangan-jangan nanti yang diputar film impor semua. Janganlah seperti. Ayolah sama-sama kita berjuang. Untung bersama. Rugi bersama," katanya.

Menurut Ody Mulya Hidayat, saat ini semua produser film sedang sama- sama wait and see. Apakah mau dan berani melepas filmnya di bioskop, atau memilih memutarnya di medium pemutaran film lainnya. Seperti Over The Top (OTT) misalnya.

Karena dia sangat menyadari, risiko memutar film di bioskop di masa pandemi dan PPKM seperti sekarang, sangat tinggi.

Baca Juga: Santri Ponpes Fadlul Wahid Divaksin

"Karena biaya membuat film tidak murah. Kita tidak mau kecebur. Makanya saling menunggu. Apakah memutar film di bioskop atau OTT, misalnya. Karena masing-masing mempunyai resiko," kata Ody Mulya Hidayat.

Atau kalau mau aman, masih menurut Ody, film diputar di bioskop dulu, baru kemudian digulirkan di OTT.

Karena sepengalamannya, sejumlah film kawan-kawannya sesama produser film mengalami hasil yang menyedihkan saat diputar di bioskop di saat pandemi.

"Meski diputar di masa golden Time, seperti akhir tahun dan lebaran kemarin," katanya.

Hal senada diungkapkan Anggy Umbara. OTT atau medium pemutaran lainnya di TV maupun handphone, dengan cara pay per view sebagaimana galib terjadi dalam siaran langsung dunia olah raga, menjadi alternatif pemutaran film.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X