Ketika Milenial Menaruh Minat pada Dangdut Koplo

- Sabtu, 4 September 2021 | 08:15 WIB
Denny Caknan. (foto: denny_caknan)
Denny Caknan. (foto: denny_caknan)

suaramerdeka.com - Seorang remaja milenial asyik menyanyikan lagu "Angel" dari platform musik digital.

Lagu berirama dangdut koplo tersebut dipopulerkan oleh Denny Caknan feat Cak Percil dan sempat trending hingga kini disukai remaja milenial.

Ya, dangdut koplo dan remaja milenial seakan menjadi dunia tak terpisahkan.

Baca Juga: God Bless Merasa Kehilangan Eben Burgerkill: Bulan November Akan Kolaborasi

Gambaran ini yang membedakan dengan gambaran remaja era 90an, 80an, atau 70an.

Di mana remaja era 70an hingga 90an lebih condong menyukai lagu-lagu pop.

Entah itu pop manca atau pop Indonesia.

Baca Juga: September Ceria, James F Sundah: Lagu Tercipta Pada Momentum yang Tepat

Pada masa itu di era 70an hingga 90an, remaja terutama yang tinggal di perkotaan, paling anti mendengarkan musik lagu dangdut.

Berani mendengarkan lagu dangdut, siap-siap dibully dengan tudingan: kampungan.

Memang pada tahun 70an hingga 90an, penggemar dangdut, mulai dari pure dangdut hingga dangdut house dan dangdut campursari, mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah.

Baca Juga: God Bless, Lagu yang Kerap Mengundang Salah Kaprah

Akan tetapi suasana itu berbeda dengan saat ini.

Di mana remaja milenial mulai keranjingan dengan lagu-lagu dangdut koplo.

Deretan pelantun dangdut koplo macam Via Valen, Nela Kharisma, Denny Caknan, hingga Happy Asmara, lagu-lagunya tersusun rapi dalam play list remaja milenial.

Bahkan remaja milenial pun tak malu ketika mendaur ulang lagu-lagu pendangdut kopo di youtube, meski dengan iringan gitar akustik, ukelele, atau piano elektrik.

Vokal pas-pasan bagi mereka bukan masalah.

Karena ketika lagu tersebut tengah trending, maka bisa buat mengisi konten, dan syukur-syukur bisa mendatangkan cuan.

Lantas remaja milenial begitu menggemari lagu-lagu dangdut koplo?

Magnet dari lagu-lagu dangdut koplo sebenarnya terletak dari lirik lagunya.

Lirik lagu bertema galaunya cinta, menjadi tren bagi lagu dangdut koplo.

Sehingga ketika remaja milenial, tak peduli dari kalangan gedongan atau kampung, tengah merasakan derita akibat galaunya cinta, maka lagu-lagu dangdut koplo jadi pelipur lara.

Bandingkan dengan remaja era 70an hingga 90an yang ketika mendengar lagu-lagu galau akan merasa eneg.

Padahal sama-sama dimainkan dalam irama dangdut, cuma saat itu masih pure dangdut.

Selain itu, lirik-lirik lagu dangdut koplo memadukan dua bahasa, Indonesia dan Jawa.

Sehingga lirik-lirik lagunya lebih cepat menyentuh remaja milenial.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X