Sejarah dan Fakta di Balik Lagu-lagu God Bless, Sebagian Karya Jurnalis

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:00 WIB
God Bless kiri ke kanan Abadi Soesman, Achmad Albar, Ian Antono, dan Donny Fattah. (foto: @godblessrock)
God Bless kiri ke kanan Abadi Soesman, Achmad Albar, Ian Antono, dan Donny Fattah. (foto: @godblessrock)

GRUP God Bless sudah 48 tahun malang melintang di jagad musik rock Indonesia.

Lagu-lagu God Bless yang menyertai perjalanan grup rock ini, hingga kini masih selalu dikenang.

Sebagian lagu-lagu God Bless ada yang terkenal, tetapi juga sebaliknya.

Baca Juga: Cara Iron Maiden Bertahan

Bahkan karya-karya God Bless tidak sepenuhnya karya mereka.

Melainkan sebagian lagu-lagu God Bless ada yang merupakan karya seorang jurnalis.

Lebih jelasnya, simak sejarah dan fakta di balik lagu-lagu God Bless dari masa ke masa yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: Tembang Nostalgia - Enggo Lari, Dibawakan Kali Pertama Margie Sigers, Lebih Terkenal Versi Yopie Latul

1. Huma di Atas Bukit: Pada awal 1975, God Bless berniat menggarap debut albumnya.

Personel God Bless yang terdiri dari Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bas), Yockie Suryoprayogo (kibor), dan Teddy Sujaya (drum) sering menginap di kediaman orang tua Freddy Tamaela (vokalis Cockpit band 1980-1990) di kawasan Gadog, Puncak.

Di rumah tersebut, mereka berniat menggelar latihan dan kemudian manajer God Bless saat itu, A Kwang langsung memboyong peralatan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Kanye West Tidak Puas dengan Rilis Album Terbarunya, Mengapa?

Saat berlatih itu pula tercipta lagu-lagu God Bless untuk album pertama mereka.

Salah satunya adalah "Huma di Atas Bukit".

Lagu "Huma di Atas Bukit" adalah salah satu lagu di album pertama God Bless yang melibatkan orang di luar God Bless, Syumanjaya.

Baca Juga: Nike Ardilla (5), Meninggal Secara Tragis di Perjalanan Pulang

Lirik yang puitis, dan dimainkan dalam birama 4/4 slow tempo.

Pengaruh komposisi "In the Court of Crimson King" nya King Crimson di bagian verse dan "Firth of Fifth" nya Genesis di bagian part gitar, terasa sekali pada lagu ini.

Lagu "Huma di Atas Bukit" digunakan untuk film Laila Majenun yang dibintangi Dedy Sutomo, Rini S Bono, Achmad Albar, termasuk God Bless.

Baca Juga: Ita Purnamasari Bangkitkan Kenangan Nike Ardilla

Pada tahun 1987, lagu "Huma di Atas Bukit" didaur ulang untuk album Donny Fatah & Friends, namun kurang begitu dikenal.

Selanjutnya pada tahun 1990, lagu "Huma di Atas Bukit" diremake dengan memperbaharui di part gitarnya yang saat itu diisi oleh Eet Syachranie.

Versi remake ini kemudian dimuat dalam album kompilasi The Story of God Bless.

Baca Juga: Mereka Selamanya Tidak Lagi Beraksi sebagai Drummer, Ini Penyebabnya

Selanjutnya pada tahun 2006, Arie Lasso juga mendaur ulang lagu "Huma di Atas Bukit".

2. Selamat Pagi Indonesia: Lirik lagu ini ditulis oleh jurnalis salah media terkenal, Theodore KS dan notasinya dikerjakan Ian Antono (gitaris God Bless).

Theodore KS dikenal sebagai penulis lirik di lingkup komunitas God Bless, sejak dia menulis lagu "Mimpi" yang dimuat dalam album D&R tahun 1975 dan dibawakan Nana Noor dari grup Noor Bersaudara.

Lirik lagu "Selamat Pagi Indonesia" bercerita tentang eksekusi mati yang akan dihadapi penjahat terkenal, Kusni Kasdut di tahun 1979.

Lirik lagu ini menggambarkan ada kisah harapan jika Kusni Kasdut mendapatkan grasi dan tidak jadi dieksekusi mati, maka dia akan mengucapkan: Selamat Pagi Indonesia.

Musik pada lagu "Selamat Pagi Indonesia" ada pengaruh dari "Here Come The Sun" nya The Beatles dari album Abbey Road (1969).

Terutama setiap perpindahan antara bagian verse ke verse berikutnya, dan dari verse ke reffrain.

Lagu "Selamat Pagi Indonesia" dimuat dalam album kedua God Bless, Cermin (1979).

3. Rumah Kita: Lagu "Rumah Kita" juga diciptakan Theodore KS, seorang penulis masalah musik dan jurnalis.

Lagu "Rumah Kita" tercipta ketika Theodore KS masih tinggal di rumah kontrakan pada tahun 1987.

Dia berharap memiliki rumah sendiri seperti teman-temannya.

Harapan akan rumah sendiri itu kemudian dituangkan dalam lirik lagu "Rumah Kita" dan setelah rampung diserahkan ke Ian Antono.

Lagu "Rumah Kita" direkam di studio Musica untuk album God Bless, Semut Hitam.

Lagu itu dibuka denting piano elektrik dari Yockie Suryoprayogo dan petikan gitar dari Ian Antono.

Kemudian saat masuk bagian reffrain, musik berirama slow bit funk mengiringi vokal Achmad Albar.

Saat album Semut Hitam dirilis awal 1988 oleh label Billboard, lagu "Rumah Kita" jadi hits, menyusul "Kehidupan" dan "Semut Hitam".

Uniknya, notasi nada bagian reffrain lagu "Rumah Kita" memberi influence bagi Deddy Dores saat menciptakan lagu "Seberkas Sinar" yang kemudian dinyanyikan Nike Ardila tahun 1989.

Pada tahun 2003, lagu "Rumah Kita" didaur ulang oleh Indonesian Voice di album Tribute to Ian Antono.

4. Semut Hitam: Lagu "Semut Hitam" merupakan salah satu lagu God Bless yang cukup terkenal.

Lagu tersebut ditulis oleh Yockie Suryoprayogo dan Dony Fatah.

Berawal ketika mereka berdua melihat semut hitam yang berjalan layaknya sedang berbaris.

Mereka terkesima ketika melihat sesama semut tidak saling berantem.

Dari sini diperoleh tema bahwa semut pun mampu bertoleransi.

Yockie menulis liriknya, Dony menulis lagunya.

Kemudian direkam God Bless untuk album ke-3 mereka, Semut Hitam di tahun 1988.

Jika menyimak notasi nada bagian reffrain "Semut Hitam" seperti terpengaruh nada-nada bagian reffrain lagu "She Dont Know Me" nya Bon Jovi (1984).

Lagu "Semut Hitam" seakan jadi lagu yang wajib ditampilkan God Bless di atas panggung-panggung show mereka.

5. Maret 1989: Masih ingat dengan sosok novelis Salman Rushdie?

Salman Rushdie namanya sempat viral lewat The Satanic Verses yang menghina Nabi Muhammad SAW di bulan Maret 1989.

Nah, lirik lagu "Maret 1989" yang ditulis Yockie Suryoprayogo (kibor) dan Donny Fattah (bas) mengisahkan tentang kasus tersebut.

Musik lagu "Maret 1989" menyajikan gaya musik God Bless yang lebih fresh, terutama dengan hadirnya gitaris baru, Eet Syachranie sebagai pengganti Ian Antono.

Pengaruh Van Halen terasa sekali pada lagu "Maret 1989" ini, terutama permainan gitar Eet yang menggunakan teknik tapping ala Eddie Van Halen.

Lagu "Maret 1989" dimuat dalam album Raksasa, album ke-4 God Bless yang dirilis tahun 1989.

Ketika lagu "Maret 1989" dibawakan saat konser God Bless, selalu dibuka dengan lantunan adzan (bukan adzan subuh), lalu Iyek (panggilan Achmad Albar) memaki sosok Salman Rushdie.

6. Raksasa: Jika Iwan Fals menyindir pejabat atau petinggi negara secara terang-terangan lewat lagu-lagunya, maka God Bless justru sebaliknya.

Lirik lagu "Raksasa" menggambarkan sosok pejabat yang bagai raksasa, yaitu berperilaku serakah dan mengutamakan kepentingan pribadi.

Lagu "Raksasa" dibuka dengan drive-drive gitar Eet Syachranie dan disusul dengan permainan kibor Yockie Suryoprayogo.

Birama lagu "Raksasa" adalah 4/4 up tempo, setara dengan birama musik lagu "Semut Hitam".

 

 

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BTS Tampil dengan Megan, Jungkook Jaga Jarak

Selasa, 30 November 2021 | 06:12 WIB

Mengenal TREASURE, Grup Muda YG Entertainment

Senin, 29 November 2021 | 10:01 WIB

Tagar Kai Comeback Tengah Trending, Ini Penyebabnya

Senin, 29 November 2021 | 06:48 WIB

Dua Lagu Ini Jadi Penyemangat bagi Penderita AIDS

Sabtu, 27 November 2021 | 21:52 WIB
X