Sejarah dan Fakta di Balik Lagu-lagu God Bless, Sebagian Karya Jurnalis

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:00 WIB
God Bless kiri ke kanan Abadi Soesman, Achmad Albar, Ian Antono, dan Donny Fattah. (foto: @godblessrock)
God Bless kiri ke kanan Abadi Soesman, Achmad Albar, Ian Antono, dan Donny Fattah. (foto: @godblessrock)

Pada tahun 1987, lagu "Huma di Atas Bukit" didaur ulang untuk album Donny Fatah & Friends, namun kurang begitu dikenal.

Selanjutnya pada tahun 1990, lagu "Huma di Atas Bukit" diremake dengan memperbaharui di part gitarnya yang saat itu diisi oleh Eet Syachranie.

Versi remake ini kemudian dimuat dalam album kompilasi The Story of God Bless.

Baca Juga: Mereka Selamanya Tidak Lagi Beraksi sebagai Drummer, Ini Penyebabnya

Selanjutnya pada tahun 2006, Arie Lasso juga mendaur ulang lagu "Huma di Atas Bukit".

2. Selamat Pagi Indonesia: Lirik lagu ini ditulis oleh jurnalis salah media terkenal, Theodore KS dan notasinya dikerjakan Ian Antono (gitaris God Bless).

Theodore KS dikenal sebagai penulis lirik di lingkup komunitas God Bless, sejak dia menulis lagu "Mimpi" yang dimuat dalam album D&R tahun 1975 dan dibawakan Nana Noor dari grup Noor Bersaudara.

Lirik lagu "Selamat Pagi Indonesia" bercerita tentang eksekusi mati yang akan dihadapi penjahat terkenal, Kusni Kasdut di tahun 1979.

Lirik lagu ini menggambarkan ada kisah harapan jika Kusni Kasdut mendapatkan grasi dan tidak jadi dieksekusi mati, maka dia akan mengucapkan: Selamat Pagi Indonesia.

Musik pada lagu "Selamat Pagi Indonesia" ada pengaruh dari "Here Come The Sun" nya The Beatles dari album Abbey Road (1969).

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Lirik Lagu Berita Kepada Kawan Karya Ebiet G Ade

Selasa, 7 Desember 2021 | 08:54 WIB

BTS Ambil Istirahat Panjang Sebelum Konser Maret 2022

Senin, 6 Desember 2021 | 11:46 WIB
X