Komposisi Usia Muda dan Matang, Penjurian FFWI Diprediksi Bakal Seru

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 10:48 WIB
Logo FFWI. (suaramerdeka.com / dok)
Logo FFWI. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Proses pengambilan keputusan dewan juri di Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI tahun ini diperkirakan bakal seru. Komposisi dewan juri usia muda (25 - 40 tahun) berbanding dengan yang usia matang (41 - 50 tahun) tepat sama, yaitu masing-masing 36,3 persen.

Lalu, yang berusia 51 - 60 tahun ada 24,5 persen. Adapun anggota dewan juri yang berusia di atas 61 tahun cuma 2,9 persen.

Dewan juri FFWI seluruhnya terdiri dari wartawan aktif. Mereka akan menilai tiga genre film, yakni genre drama, genre komedi dan genre horor, baik yang pernah ditayangkan di bioskop maupun di over the top (OTT) dari mulai September 2020 sampai September 2021.

Semua film yang ditayangkan pada periode tersebut langsung menjadi peserta FFWI tanpa harus melalui proses pendaftaran.

Baca Juga: Wujudkan Gombong Damai: Dapur Umum Didirikan hingga Kirim Logistik untuk Aparat Keamanan

FFWI menganut prinsip, semua film yang sudah ditayangkan, penilaiannya berada pada publik, dan wartawan film merupakan wakil dari mata publik,” kata ketua panitia FFWI, Wina Armada Sukardi di Jakarta, Selasa(31/8/2021).

Komposisi generasi muda dan generasi matang yang berimbang akan menyebabkan munculnya diskusi panjang di kalangan dewan juri FFWI.

Hal ini karena antara pandangan dewan juri muda usia dan dewan juri usia matang dapat berbeda.

Dengan demikian, proses pengambilan keputusan unggulan/nominasi dan pemenang FFWI tahun ini diprediksi bukan perkara mudah.

“Dari komposisi ini diharapkan lahir keputusan-keputusan yang menarik, dan bukan tak mungkin banyak kejutan,” kata ketua bidang penjurian FFWI, Yan Widjaya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X