• KANAL BERITA

Srikandi, Sosok Transgender dalam Mahabharata

Foto: Tokoh Wayang Indonesia
Foto: Tokoh Wayang Indonesia

FENOMENA Transgender bukan hanya kali ini saja terjadi. Di dunia pewayangan, fenomena serupa juga terjadi pada diri Srikandi (India: Shikhandi). Ini jika dirunut dari sudut pandang kisah aslinya, yakni Mahabharata versi India.

Mahabharata merupakan sebuah kitab yang diperkirakan ditulis pada 3.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Transformasi perempuan ke laki-laki itulah yang merupakan contoh yang sudah tergambar pada 3.000 tahun Sebelum Masehi atau 5.000 tahun lalu sehingga bisa dikatakan transgender tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang sejarah peradaban manusia.

Pada versi pedalangan Jawa, Srikandi betul-betul seorang wanita, puteri Raja Drupada dan Permaisuri Gandawati dari negeri Pancala. Meski dikatakan anak Drupada-Gandawati, tapi Srikandi lahir dari api pemujaan Drupada. Waktu tercipta dari api pemujaan itu bayi Srikandi sudah menggendong tabung anak panah dan memegang busur.

Sementara dalam wiracarita Mahabharata asli India, dikisahkan, Srikandi adalah seorang transgender yang menikah dengan seorang wanita. Sebenarnya ia lahir sebagai seorang wanita, namun karena sabda dewata, ia diasuh dan dididik sebagai pria.

(Sosok Srikandi dalam epos Mahabharata)

Pada malam pertama ketika tahu siapa sebenarnya suaminya, istrinya menghinanya dan Srikandi pun lari dengan penuh rasa malu. Saat putus asa dan hendak bunuh diri, ia bertemu dengan seorang lelaki baik hati yang sepakat untuk bertukar kelamin. Srikandi pun pulang ke rumah istrinya sebagai lelaki tulen dan mereka memiliki anak.

Di sisi lain, dalam kitab Suci Hindu, Kitab Sruti ( Weda ) tidak ada teks yang merujuk kepada persoalan transgender. Masalah transgender ini justru muncul di kitab Smriti “Yang diingat”. Smriti ditulis untuk dan menjelaskan Weda, membuat Weda dapat dimengerti dan lebih berarti bagi manusia pada umumnya.

Dalam kitab Smriti, di bagian Epos Mahabrata muncul fenomena transgender terutama terhadap sosok yang disebut Sikandi yang di Jawa kemudian menjadi Sri Kandi.

Beberapa sumber menyebut, Srikandi dilahirkan sebagai laki-laki yang memiliki tampilan lemah gemulai. Namun, sumber lain menyebutkan Srikandi merupakan seorang perempuan.

Mahakarya Hindu seperti Mahabharata memang menyebutkan beberapa karakter yang menunjukkan berbagai orientasi seksual dan identitas transgender, termasuk Srikandi, Chitrangada (istri Arjuna dan ibu dari Babruwahana), dan Brihannala.


(Berbagai sumber/CN41/SM Network)

  • Tags
Berita Terkait
Komentar