• KANAL BERITA

Ayu Laksmi, Sang Pengabdi Seni (2)

Rocker yang Tak Cepat Berpuas Diri

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SOSOK   Ayu Laksmi dengan peran menyeramkan sebagai ibu di film Pengabdi Setan memantik rasa penasaran banyak kalangan untuk menelusuri keseharian seniman asal Singaraja, Bali, ini. Banyak orang berdecak kagum manakala menyaksikan keanggunan ibu yang gemar mengenakan busana bernuansa putih itu.

Bukan hanya itu, Ayu Laksmi juga dikenal concern melestarikan seni tradisional Bali. Semua itu tak terlepas dari kehidupan masa kecilnya yang mulai mengenal dunia seni di usia lima tahun.

"Saya mulai menyanyi di usia lima tahun. Saya lahir di Singaraja yang tidak banyak hiburan, jadi selepas sekolah saya mengisi waktu dengan berkesenian. Mulai dari menyanyi, menari, tari kreasi, juga kumpul dengan teman-teman," tutur Ayu.

Wanita kelahiran Singaraja, 25 November 1967 itu kemudian membentuk trio bersama dua kakanya, Ayu Weda dan Ayu Partiwi. Trio bernama "Ayu Sisters" ini berhasil meraih penghargaan sebagai Juara III dan sekaligus sebagai Trio Berpenampilan terbaik BRTV untuk Tingkat Nasional.

"Saat itu kami menang di Bali, kemudian dikirim ke Jakarta. Dan mulai tahun 1984 saya jadi rocker sampai kemana-mana, bahkan sampai ke Semarang. Saya akhirnya dipinjam di group-group sebagai vokalis," kisahnya mengenang.

Pada tahun 1987 Ayu mengikuti festival rock di All Indonesian Rock Festival di Jawa Timur. Setahun berikutnya, ia merekam album di Jakarta bertajuk "Istana yang Hilang" dan dirilis pada 1991. Nama Ayu Laksmi sontak menjadi satu di antara sekian primadona rocker pada zamannya.

Pada tahun 1989 Ayu kontribusi dalam album kompilasi Indonesia's Top 10 dengan single "Tak Selalu Gemilang" ciptaan Didi AGP. Ia juga pernah mengisi sound track film Catatan Si Boy 2 dengan lagu "Hello Sobat" ciptaan Harry Sabar. 

Namun di tengah keberhasilannya sebagai penyanyi, ia merasa ada yang kurang di dalam dirinya.

"Ketika kita datang dari daerah, ada keinginan untuk menembus pasar nasional. Tetapi ketika sudah sampai (di Jakarta), saya merasa tidak ada kebebasan untuk berkarya. Akhirnya saya putuskan untuk pulang ke Bali," imbuh peraih mandat Bali's Environment Ambassador ini. 

Baca Juga:Tetap Happy Meski Ditakuti 


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)

  • Tags