• KANAL BERITA

Kepemimpinan Elout, Buyskes, dan Van Der Capellen

Indonesia di Masa Kolonial (4)

Foto: Rijksmuseum Amsterdam
Foto: Rijksmuseum Amsterdam

Komisi umum yang terdiri atas Theodorus Elout, A.A. Buyskes, dan Van Der Capellen memimpin Hindia Belanda dari tahun 1816 hingga 1819. Komisi ini melakukan perubahan dalam :

Bidang Ekonomi.

Pada intinya, peralihan pemerintahan masih menghadapi masalah antara eksploitasi secara liberal dan eksploitasi secara konservatif. Akan tetapi Komisi Umum tersebut lebih cenderung pada sistem liberal.

Pandangan konservatif bertolakbelakang dengan pandangan liberal. Dalam pandangan konservatif, pengeksploitasian harus dipegang secara langsung oleh pemerintah karena ketidaksiapan masyarakatnya. Sementara itu pandangan liberal menyatakan bahwa pengeksploitasian harus ditangani oleh perusahaan swasta, dan pemerintah hanya berhak mendapatkan pajak dan mengontrol pengeksploitasian saja.

Kebijakan sewa tanah memang dilanjutkan namun mereka menghadapi kesulitan karena tuan tanah belum mampu mengembangkan sistem, kekurangan tenaga resmi, kekurangan biaya, masih adanya masyarakat yang tak berpendidikan, dan sebagainya. Pemerintah kolonial Belanda bergerak maju untuk menyewakan desa-desa kepada pihak luar, sehingga beban masyarakat menjadi bertambah susah (hal ini disebabkan pengeksploitasian para pachter atau para pemborong pajak).

Bidang Politik

Dalam aspek politik komisi umum masih melanjutkan pengurangan kekuasaan pada birokrasi tradisional (apanage atau tanah bengkok, tributary atau sistem upeti, curve, lambang-lambang feodalisme, dan sebagainya). Akan tetapi sistem preanger stelsel (penanaman tanaman kopi di daerah Jawa Barat) tidak dihapus karena memilki banyak keuntungan. Selanjutnya mereka mengurangi jumlah para pengawal raja dari 65 orang menjadi 50 orang. (bersambung ke Van Der Capellen)


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)

  • Tags