• KANAL BERITA

Batik Kombinasi dan Warna Sogan Bakal Jadi Tren Tahun ini

Koleksi batik Benang Ratu yang menampilkan kombinasi bahan batik dan lurik serta motif batik sogan menjadi tren batik 2020. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Koleksi batik Benang Ratu yang menampilkan kombinasi bahan batik dan lurik serta motif batik sogan menjadi tren batik 2020. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Batik kombinasi dengan warna sogan akan menjadi tren batik tahun ini. Hal ini karena batik kombinasi bisa dipakai dalam acara resmi maupun santai namun tetap trendi. Batik kombinasi juga dianggap merepresentasikan sebagai jiwa yang dinamis yang cenderung bergerak aktif. Tidak monoton dan terkesan kaku.

Store Manager Benang Ratu, Apriyana mengatakan, tren model batik 2020 adalah batik kombinasi. Bisa dengan bahan lurik, tenun atau kain moscrepe. Batik motif merak dengan mix dengan kain polos agak tebal, moscrepe paling disukai.

''Batik kombinasi masih mendominasi tren di tahun ini. Karena memang lebih dinamis, tidak monoton, baik dari model maupun ragamnya. Di Benang Ratu merupakan rancangan terbaru, yang mengeksplorasi keragaman budaya Jawa Tengah. Misalnya lurik dikombinasikan dengan motif kawung atau merak. Ada pula lurik dengan kombinasi moscrepe polos berbahan tebal namun tetap nyaman,'' papar Apri, Selasa (31/12)

Namun demikian, pihaknya juga masih mempertahankan dan menyediakan model batik jawa lama, misalnya model kutu baru atau kemben.  Sedangkan untuk warna cenderung ke vintage, indigo dan sogan. Yaitu warna-warna yang lebih natural, kalem dan menghindari warna yang ngejreng.

''Warna-warna sogan sangat disukai oleh konsumen, karena lebih kalem sehingga menjadi fashion untuk sehari-hari,'' paparnya.

Sedangkan batik kombinasi model shanghai dipersiapkan untuk spesial Hari Raya Imlek. Dengan dominasi warna merah dan emas karena warna tersebut merupakan warna atau simbol keberuntungan.

''Banyak modelnya, ada rok terusan, dress, atasan lengan panjang, pendek, hem kemeja, gamis. Awal tahun ini ada sebanyak 50 model yang diperkenalkan ke pelanggan. Harga kisaran untuk baju wanita mulai dari Rp 30 ribu sampai dengan Rp 80 ribu. Hem mulai dari Rp 35 ribu sampai dengan Rp 169 ribu. Sedangkan batik printing halus hargai Rp 1,1 juta,'' kata Apriyana.

Sedangkan penjualan batik di toko Benang Ratu Ngesrep, pada akhir 2019 mengalami peningkatan mencapai 50 persen. Hal itu disebabkan banyaknya pembeli, baik rombongan atau perorangan yang datang dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Mereka membeli batik untuk keperluan sehari-hari dan juga sebagai oleh-oleh atau saovenir.


(Irawan Aryanto/CN40/SM Network)