• KANAL BERITA

Bos Apple Jelaskan Alasan di Balik Mahalnya Produk Mereka

iPhone XR (Foto Apple.com)
iPhone XR (Foto Apple.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Apple yang merupakan produk besutan perusahaan asal Cupertino memang dibanderol mahal. Tak dipungkiri, untuk biaya produksi iPhone XR hanya sekitar US$370 atau Rp 5,1 juta (kurs Rp14.013,75). Padahal, saat ini iPhone XR di Indonesia dibanderol dengan varian termurah seharga Rp15,2 juta. 

Chief Operating Officer Apple Jeff Williams mencoba menjelaskan alasan produk mereka lebih mahal ketimbang para rivalnya. Pertanyaan tersebut diajukan salah satu mahasiswa di Elon University.

"Analis tidak benar-benar memahami biaya dari apa yang kami lakukan dan seberapa besar perhatian kami dalam membuat produk kami," ujar Williams, seperti yang dikutip dari The Times News, Senin (25/2). 

Menurutnya, peneliti dalam laporan tersebut tidak berpikir secara menyeluruh. 

"Kisah-kisah yang keluar tentang biaya produk kami telah menjadi kutukan keberadaan saya sejak awal waktu, termasuk hari-hari awal kami," kata Williams. 

Ia menjelaskan perbandingan harga yang jauh itu digunakan untuk membiayai penelitian dan pengembangan yang dilakukan Apple sebelum meluncurkan sebuah produk. Ia lantas mencontohkan ketika perusahaannya meluncurkan Apple Watch. 

Ketika Apple Watch pertama kali dirilis, jam pintar itu dilempar ke konsumen seharga US$349 atau sekitar Rp4,8 juta. Harganya sangat jauh dibandingkan dengan Fitbit pertama dengan harga US$99,95 atau sekitar Rp1,3 juta. 

Williams menjelaskan bahwa Apple tidak ingin membuat wearable yang hanya mengukur kegiatan pengguna berdasarkan gerakan tangan semata. Untuk itu, Apple membangun laboratorium fisiologi dengan 40 perawat dan 10.000 peserta. Ini dilakukan untuk mempelajari cara terbaik untuk mengukur bagaimana kalori terbakar ketika peserta melakukan olahraga.

Hasilnya, pelacak detak jantung dengan sensor yang tertanam di bagian bawah Apple Watch yang memiliki kemampuan EKG. Watch terbaru Apple akan menjadi produk EKG pertama yang ditawarkan secara langsung kepada konsumen, dan pengguna cukup membuka aplikasi dan meletakkan jari di tempat yang bisa mengukur EKG.

Akan tetapi, Williams mengatakan bahwa soal harga sudah menjadi perhatian perusahaannya. 

"Itu adalah sesuatu yang sangat kami sadari. Kami tidak ingin menjadi perusahaan yang elitis," ujar Williams, seperti dikutip MacRumors. 


(CNN/CN19/SM Network)