• KANAL BERITA

Perasaan Bersalah pada Pasangan Bisa Buat Seseorang Bertahan dalam Hubungan

Foto: Times Now
Foto: Times Now

Psikologi - Ada banyak alasan mengapa seorang lelaki dan perempuan bertahan dalam satu hubungan yang tidak bahagia. Masalah keuangan dan anak-anak adalah alasan yang sering dilontarkan. Namun ada juga alasan lain yang menyebabkan mereka bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Penelitian baru yang diungkap oleh Joel, Impett, Spielman dan Macdonald (2018) menyebutkan, beberapa orang bertahan bukan karena perasaan mereka, tapi karena perasaan pasangan mereka. Dengan kata lain, Anda bisa meninggalkan hubungan tersebut, tapi Anda khawatir jika hubungan yang berakhir akan berdampak negatif pada pasangan Anda.

Selain itu terungkap pula jika salah satu faktor mengapa seseorang tidak bahagia dalam satu hubungan adalah rasa bersalah terhadap pasangan setelah benar-benar berpisah. Seperti salah seorang klien yang merasa sangat gelisah karena khawatir pasangannya tidak bisa menghadapi perpisahan tersebut dengan baik.

Si klien terus berbicara mengenai kemungkinan terburuk yang akan dialami "sang mantan" seperti depresi atau bahkan melukai diri sendiri. Namun dari semua alasan yang dia katakan, dia membayangkan, pasangannya akan duduk sendirian di apartemennya setelah putus, merasa sendirian dan kehilangan.

Perasaan tidak enak pada pasangan setelah berpisah sebenarnya patut dipertimbangkan. Namun jika Anda adalah seseorang yang masih betah dalam hubungan semacam itu, bersikap jujurlah dan susun alasan emosional apa yang menyebabkan Anda masih tetap bertahan. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda memiliki riwayat dengan perasaan bersalah? Pertimbangkan juga konflik batin yang mungkin akan muncul, serta, ketakutan yang Anda hadapi untuk menjadi single. Selamat mencoba.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)