• KANAL BERITA

7 Kebiasaan Buruk Laki-laki yang Tidak Tepat untuk Dinikahi

Foto: Buzzhawker
Foto: Buzzhawker

Psikologi - Memilih pasangan untuk dinikahi adalah keputusan terbesar dalam hidup. Dengannya, kamu akan menghabiskan hidup bersama, tidur bersama, makan bersama, jalan-jalan bersama, dan meluangkan lebih banyak waktu bersama.

So, penting buat kamu berhati-hati dalam memilih pasangan. Sekali salah, maka penyesalan seumur hidup akan kamu rasakan. Sebelum jauh melangkah, cermati apakah tujuh kebiasaan buruk ini ada di diri pasanganmu.

1. Dia tidak mempercayaimu sepenuhnya

Apakah dia sering menginterogasimu saat kamu tidak sedang bersamanya? Atau apakah dia sering ingin tahu tentang hidupmu sebelum menjalin hubungan denganmu?

Kalau pertanyaan-pertanyaan ini kerap dia lontarkan, berarti dia tidak percaya denganmu. Kepercayaan adalah dasar dari setiap keberhasilan sebuah hubungan. Tanpa ini, tidak ada ruang untuk menumbuhkan sebuah hubungan.

2. Dia tidak suka anak-anak

Setiap lelaki dewasa yang tidak suka anak-anak adalah orang yang tidak memiliki empati dan semangat hidup. Hanya laki-laki yang terlalu serius yang tidak bisa menyukai keceriaan anak-anak. Dan kalau kamu berencana memiliki anak dengannya, apakah dia bisa menjadi ayah yang baik?

3. Tidak menepati apa yang dia katakan

Kalau dia mengatakan akan tiba di rumah jam 20.00 tapi malah menghabiskan waktu bersama teman-temannya sampai pukul 23.00, kamu perlu bicara dengannya. Tapi kalau dia terus menerus mengulangi perbuatan ini, kamu patut khawatir. Tindakan seperti ini menunjukkan kalau apa yang dia ucapkan tidak ada artinya. Kalian akan lebih sulit menjalin komunikasi karena dia tidak pernah menepati apa yang dia lakukan. Siapa yang ingin menghabiskan hidup dengan lelaki seperti itu?

4. Dia tidak mendengarkan apa yang kamu katakan

Saat kamu ingin curhat tentang apa yang kamu alami seharian ini, apakah dia benar-benar mendengarkanmu dengan baik? Atau dia berpikir kalau hidupnya lebih penting, sementara menyepelekan apa yang kamu alami?

Kalau dia lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan, ini tanda kalau dia tidak bisa menemanimu hingga tua nanti. Mendengarkan, memahami, dan saling membantu adalah dasar sebuah hubungan yang sehat. Kalau dia sulit mendengarkan apa yang kamu hadapi, tanyakan pada diri sendiri, hubungan macam apa apa yang sedang kamu jalani dengannya.

5. Dia terus bersaing denganmu

Apakah dia sering menolak untuk mengakui kesalahannya, bahkan jika itu bertentangan dengan logika? Kalau dia sering terkesan berkompetisi denganmu dan melihatmu sebagai pesaing yang harus dikalahkan, berpikirlah dua kali untuk menua bersamanya.

Nantinya, andai kamu punya penghasilan lebih besar darinya, dia pasti tidak akan mau menerima. Hubungan bukan tentang saling bersaing. Hubungan haruslah menumbuhkan, mendukung, dan menghargai perasaan satu sama lain.

6. Dia masih sering menggoda cewek lain

Kalau dia masih sering chatting dengan cewek lain atau ngobrol dengannya di luar, kamu harus tahu kalau dia berpotensi menjadi lelaki yang tidak setia. Hubungan adalah tentang kesetiaan, dan kalau dia melakukan ini, berarti dia tidak siap berkomitmen 100 persen.

Main mata dengan cewek lain adalah tindakan yang semestinya tidak dilakukan kalau dia benar-benar jatuh cinta denganmu. Ingat, kamu hanya butuh satu detik untuk mundur dan mengamati apakah dia egois atau tidak.

7. Terlalu posesif

Apakah dia terus-menerus mengirim pesan untuk menanyakan di mana kamu berada dan apa yang sedang kamu lakukan? Meski kamu menjadi merasa dipehatikan, tapi semua ada batasannya. Kalau dia terlihat tidak bisa lepas darimu walau sedetik saja, maka itu adalah tanda kalau kamu terjebak dalam cinta yang tidak sehat.

Kita semua bertanggungjawab atas hidup kita, dan kita semua harus bahagia dengan diri kita sendiri. Kita tidak bisa mengandalkan orang lain untuk bahagia.

Kalau kamu dan dia ingin tumbuh bersama, tumbuhlan dalam hubungan yang saling menguntungkan. Kalau tidak, kalian akan terjebak dalam cinta yang tidak sehat dan penuh manipulasi.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)