• KANAL BERITA

Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain, Bikin Frustasi Atau Happy?

Foto: Sandeep Maheshwari
Foto: Sandeep Maheshwari

Psikologi - Membandingkan kehidupan dengan orang lain adalah satu hal yang tanpa sadar sering kita lakukan. Perilaku ini kerapkali muncul saat kita merasa bosan dengan hidup yang itu-itu saja, atau gagal meraih peluang.

Menurut psikolog sosial Leon Festinger, teori perbandingan sosial yang ia tulis menjelaskan mengapa orang-orang selalu merasa jauh tertinggal di belakang. Teori tersebut mengatakan, setiap manusia memiliki dorongan untuk mengevaluasi pendapat dan kemampuannya.

Menurutnya cara pandang seseorang dalam sebuah situasi akan berpengaruh juga terhadap perilakunya. Selain itu, seseorang yang terlanjur berpegang pada pendapat dan penilaian yang keliru pada penerimaan dirinya juga dapat menyebabkan perasaan minder.

Dan parahnya, cara seseorang dalam mengevaluasi dirinya sendiri seringkali bergantung pada apa yang dilakukan orang lain. Misalnya, "Jika seseorang mengevaluasi kemampuan berlarinya, ia akan melakukannya dengan membandingkan waktunya untuk berlari cukup jauh dari waktu yang telah diambil orang lain."

Lebih jah Festinger mengatakan, ada dua jenis perbandingan sosial, yaitu ke atas dan ke bawah. Membuat perbandingan ke bawah cenderung membuat kita merasa lebih bahagia dan lebih baik tentang kemampuan kita, sedangkan perbandingan ke atas biasanya membuat kita merasa kita tidak cukup baik.

So, inilah mengapa kalau kamu ingin membandingkan dirimu dengan orang lain, lihatlah ke bawah. Ini memang terkesan lebih mudah diucapkan dibanding dilakukan, terlebih saat banyak orang di lingkaran sosial kita seringkali tampak lebih maju. Mau cemburu? Itu bukanlah solusi yang baik.

Jadi bisa ditarik kesimpulan, teori perbandingan sosial yang dicetuskan Leon Festinger meyakinkan kita bahwa kita hanyalah manusia. Kita pasti pernah melakukan kesalahan. Dan bagaimana cara orang lain memandang kita, pasti turut mempengaruhi cara kita memandang diri kita sendiri. Perbandingan ke atas yang tanpa sengaja pernah kita lakukan, justru sering membuat kita merasa gagal. Sementara perbandingan ke bawah dapat memberi kekuatan yang begitu murni terhadap diri kita sendiri.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)