• KANAL BERITA

Terungkap, Alasan Mengapa Seseorang Lebih Nyaman Berkomunikasi via Teks

Foto: magicJack Blog
Foto: magicJack Blog

Psikologi - Sebuah studi terbaru yang diterbitkan "Computers in Humas Behavior" menunjukkan sikap seseorang ketika berkomunikasi secara online. Ada yang menganggap berkomunikasi via teks sering menyebabkan miskomunikasi, ada pula yang menganggap komunikasi lewat teks lebih mudah ketimbang face to face. Atau.. malah bisa jadi cara komunikasi semacam ini digunakan untuk mempermanis hubungan.

Ketiga sikap ini menjelaskan apa yang disebut "intensitas teks" atau seberapa besar seseorang bergantung pada berkomunikasi via teks.

Sementara menurut Dr. Andrew Ledbetter mengatakan, ada lima sikap yang dimiliki orang-orang tentang komunikasi online. Sikap-sikap tersebut dapat dibedakan dari cara seseorang berkomunikasi dengan keluarganya atau kemampuan komunikasi seseorang dengan orang lain. Yaitu:

1. Sikap keterbukaan diri yang mengacu pada kecemasan seseorang saat membagikan informasi pribadi secara online.
2. Sikap ketakutan yang mengacu pada perasaan takut untuk berkomunikasi secara online.
3. Sikap miskomunikasi yang mengacu pada keyakinan tentang bagaimana kesalahpahaman dan konflik dapat terjadi ketika berkomunikasi secara online. Disadari atau tidak, komunikasi online sering menyulitkan orang untuk memahami satu sama lain.
4. Sikap hubungan sosial yang mengacu pada keyakinan tentang kemampuan komunikasi online untuk memfasilitasi kehidupan sosial seseorang.
5. Sikap yang mengacu pada bagaimana perasaan seseorang terkait kenyamanan dan efisiensi berkomunikasi secara online. Sikap ini juga mengungkap apakah orang senang berkomunikasi secara online.

Dalam hasil studi yang dilakukan Elizabeth Dorrance Hall Ph.D., Dr. Megan Kenny Feister dan Dr. Stephanie Tikkanen, terungkap bahwa lima sikap komunikasi online itu berhubungan dengan seberapa banyak orang tergantung dan tersambung dengan pesan teks dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang mudah membagikan informasi tentang diri mereka ternyata lebih mudah berkomunkasi via teks daripada berbicara face to face.  

Bagi yang percaya kalau komunikasi online memungkinkan mereka untuk terhubung dengan orang lain secara sosial, pemantauan terhadap diri justru berefek sebaliknya. Dengan kata lain, orang-orang yang memiliki monitor diri yang tinggi dan sangat percaya dengan komunikasi online memungkinkan mereka untuk lebih banyak tergantung pada pesan teks.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)