• KANAL BERITA

Stop Body Shaming Sebelum Kamu Menyesal Nanti

Foto: PopCulture.com
Foto: PopCulture.com

Motivatips - Hidup di era digital seperti sekarang kadang bikin makan hati. Soalnya, orang jadi lebih mudah mengomentari kehidupan orang lain termasuk diri kita sendiri. Parahnya, mereka nggak berpikir apakah yang diucapkan menyakiti hati kita atau enggak. Salah satu komentar yang sering mereka keluarkan adalah soal bentuk tubuh. Entah gendutan atau kurusan, lebih menghitam misal, sering sekali kata-kata itu ditulis tanpa memikirkan perasaan si empunya medsos.

Nah tindakan yang lazim disebut dengan body shaming ini betul-betul nggak menguntungkan loh. Apalagi buat orang yang sangat sensitif, sedikit saja kata-kata menyinggung sesuatu di tubuh mereka, mereka bisa baper kebablasan dan akibatnya minder untuk ke mana-mana. So, sebelum kamu berlaku yang sama dengan mereka, simak alasan-alasan kenapa body shaming harus dihentikan dari sekarang.

Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan

Bukan manusia namanya kalau hidupnya sempurna. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang harus disyukuri. Kelebihan jangan membuat jumawa, dan kekurangan jangan membuat merana. Kalau ada kekurangan yang kamu temui di sekitarmu, jangan jadikan itu sebagai bahan olok-olokan. Jika kamu ingin memperbaikinya, cari cara yang tepat agar tidak melukai hatinya.

Kata yang terucap akan membekas untuk selamanya

Orang sering lupa kalau setiap kata-kata yang diucapkan akan diingat untuk selamanya. Kalau kamu melakukan body shaming ke orang lain,  baik melalui komentar di medsos atau saat ketemu langsung, awas lho, kata-kata itu bakal terus diingat. Seribu maaf kadang nggak cukup untuk menghapus luka yang pernah kamu toreh.

Orang yang jadi target body shaming sering mengalami hal buruk

Body shaming adalah salah satu bentuk bullying yang targetnya fisik. Ini lebih berbahaya daripada sekedar membully sikap dan kata-kata. Orang yang terlanjur diperlakukan semacam ini sering langsung merasa minder, nervous, depresi, bahkan banyak yang terkena gangguan kesehatan karena melakukan cara-cara non medis untuk mengubah bentuk tubuh yang diejek. Tuh, bahaya kan.

Body shaming adalah perbuatan tidak dewasa

Semakin sering orang mengkritik fisik orang lain, ini tandanya dia masih belum dewasa. Dia belum bisa menerima perbedaan bahwa orang diciptakan dengan fisik yang tidak sama. Selain itu, pelaku body shaming adalah orang yang tidak bisa menjaga lidahnya dari kata-kata yang bisa menyakiti perasaan orang lain.


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)