• KANAL BERITA

Apakah Betul Temanku Mengkhianatiku ?

Ulasan Diane Barth, Psikoterapis dan Psikoanalisis di New York (1)

Foto: Dreamstime.com
Foto: Dreamstime.com

Psikologi - Daphne, klien seorang psikoterapis Diane Barth, menemukan sahabatnya, Jennifer, di tempat tidur bersama suami Daphne, Mike. “Saya pikir itu adalah hal terburuk yang pernah terjadi dalam hidup saya,” katanya. “Saya kira itu adalah pengkhianatan ganda. Mike dan Jennifer: Dua orang yang saya percaya sepenuhnya.”

Tidak semua kebohongan yang dilakukan oleh seorang teman sama menghancurkannya seperti yang dialami Daphne. Kebohongan sekecil apapun bisa sangat menyakitkan. 

Diane mengatakan, "Daphne adalah salah satu wanita yang saya ajak bicara ketika saya mengumpulkan informasi untuk buku saya, 'I Know How You Feel: The Joy and Heartbreak of Friendship in Women’s Lives'."

Selain Daphne, banyak wanita yang menceritakan kepadanya cara-cara apa saja yang dilakukan jika dikhianati oleh teman-teman mereka. Ada yang mengatakan dengan percaya diri, ada yang membicarakannya di belakang, ada juga yang terpaksa berbohong.

Madeleine misalnya, dia merasa dikhianati oleh seorang teman yang mulai berpacaran namun tiba-tiba tidak lagi mau mengobrol atau menghabiskan waktu bersamanya seperti dulu. "Saya tahu itu tidak adil," kata Madeleine. “Dia terlibat dalam hubungan baru, dan itu normal untuk tidak memiliki waktu sebanyak dulu. Tetapi itu terjadi beberapa kali, dan masalahnya adalah, ketika hubungan sudah berakhir, dia sepertinya berpikir saya harus tersedia untuk menghabiskan waktu yang sama dengan yang kita gunakan," keluhnya.

Memang dalam beberapa kasus, apa yang kita rasakan sebagai pengkhianatan benar-benar mengubah situasi kehidupan. Seperti Madeleine, Anda mungkin pernah mengalami pengkhianatan ketika seorang teman menikah, mulai memiliki anak, atau menjadi sangat terlibat dalam pekerjaannya. Yang menarik, banyak wanita juga mengatakan kepada saya bahwa mereka merasa menjadi teman yang tidak baik karena kurang punya banyak waktu untuk teman-teman mereka.

Seperti yang dikatakan seorang klien, dia merasa telah menjadi teman yang tidak baik karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan keluarga dan karirnya: “Saya merasa seperti meninggalkan teman-teman saya di belakang. Dan saya menyakiti sebagian dari mereka.”

Perubahan dan kehilangan memang bisa terasa seperti pengkhianatan, tetapi itu tidak selalu berarti demikian. Ketika kita mulai memasuki tahap kehidupan yang berbeda, bukan hal yang aneh jika beberapa teman kita kurang mendapat perhatian. Kekecewaan yang dirasakan oleh seorang teman juga normal saja.

Julie Fitness, seorang psikolog yang telah mempelajari dan menulis tentang dampak pengkhianatan bahkan mengatakan, “Ketika orang-orang tempat kita menggantungkan cinta dan dukungan kita mengkhianati kepercayaan kita, perasaan itu seperti menusuk hati yang membuat kita merasa tidak aman, terkucilkan, dan sendirian."


(Fadhil Nugroho Adi/CN41/SM Network)