Kenali tiga Gejala Stroke

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 20:06 WIB
rehabilitasi penyakit stroke (mecklenburgmedical)
rehabilitasi penyakit stroke (mecklenburgmedical)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dosen klinis senior di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS menuturkan, ada tiga gejala stroke yang paling sering dialami pasien, dan hal itu bisa terjadi secara mendadak.

Ketiga gejala itu adalah tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan salah satu anggota gerak tubuh dan terganggunya bicara.

"Gejala paling banyak yang dialami pasien stroke, tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan dari salah satu anggota gerak, bicara terganggu," ujar dr. Mursyid Bustami yang juga menjabat Direktur Utama di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jumat (27/8).

Baca Juga: Mudahkan Transaksi Melalui Pospay

Selain ketiga gejala ini, ada juga pasien yang merasa sakit kepala yang tidak biasa, sangat hebat diikuti penurunan kesadaran, pusing dan gangguan perilaku.

Mursyid yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) mengatakan, bila gejala-gejala ini muncul maka pasien perlu segera mendapatkan penanganan tenaga medis.

Dia hanya memiliki waktu maksimal 4,5 jam sebelum kematian sel saraf terjadi atau hal-hal buruk lainnya termasuk kematian.

"Kalau ada gejala, terjadi mendadak atau akut, yang harus dilakukan harus pergi ke fasilitas kesehatan. Cari rumah sakit yang tepat, yang bisa melayani cepat. 4,5 jam itu golden periode. Satu detik bisa bermanfaat mencegah kematian sel saraf. Kalau kita delay sejam dua jam akibatnya akan buruk," kata dia.

Mursyid mengatakan, kecacatan yang bisa terjadi bila penanganan terlambat diberikan bisa bervariasi dari yang tak terlihat seperti gangguan konsentrasi, masalah mengingat, hingga kasat mata antara lain melemahnya anggota gerak yang bahkan membuat pasien selamanya harus beraktivitas di atas tempat tidur.

Terkait kejadian stroke, Ketua Indonesian Stroke Society (ISS) sekaligus dokter spesialis saraf dr. Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, mengatakan kondisi ini akibat terganggunya peredaran darah otak, bisa akibat sumbatan (80 persen) atau pendarahan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Reguk Kesegaran Buah Semangka, Tiga Manfaat bagi Tubuh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:54 WIB

Alasan Mengapa Sikat Gigi Sebelum Tidur Itu Penting

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:01 WIB
X