Obat Herbal Halal Jadi Tantangan Farmasi Indonesia

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:35 WIB
Rektor UAD Dr Muchlas MT.(suaramerdeka.com/Agung PW)
Rektor UAD Dr Muchlas MT.(suaramerdeka.com/Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Para lulusan farmasi diminta mengembangkan berbagai produk obat dan kesehatan berbasis herbal yang halal. Ini menjadi tantangan semua pihak agar industri farmasi tidak bergantung pada bahan impor.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Prof Dr Didi Achjari SE MCom Akt menegaskan hal itu pada penyerahan SK Mendikbud Ristek tentang Program Studi Ilmu Farmasi Program Doktor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

''Pengembangan keilmuan di farmasi tentu menjadi hal utama sehingga lulusannya harus memiliki skill khusus seperti mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0, memegang nilai-nilai keislaman dan fokus pada kajian halal. Kelak, akan muncul halal medicines dan obat berbasis herbal,'' tandas Didi.

Baca Juga: Jangan Buang Pelepas Pisang, Bisa Jadi Hidrogel Ramah Lingkungan

Kemajuan Kampus

Rektor UAD, Dr Muchlas MT mengatakan keberadaan Program Doktor Ilmu Farmasi merupakan lompatan besar bagi kampusnya. Program itu merupakan satu-satunya di DIY yang dikelola perguruan tinggi swasta. Di Indonesia hanya ada enam program doktor farmasi.

''Ini menjadi momentum bagi kampus supaya program hilirisasi hasil-hasil riset dapat berjalan. Farmasi akan menemukan banyak hal terutama dalam masa pandemi. Mereka bisa membuat bahan-bahan untuk membantu pengobatan yang terkena Covid-19,'' ujar Muchlas.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengatakan dunia pendidikan mengalami masa sangat berat saat pandemi. Kendati demikian, kampus harus tetap menjaga kualitas melalui inovasi pembelajaran.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Reguk Kesegaran Buah Semangka, Tiga Manfaat bagi Tubuh

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:54 WIB

Alasan Mengapa Sikat Gigi Sebelum Tidur Itu Penting

Senin, 25 Oktober 2021 | 07:01 WIB
X