Apa Itu Badai Sitokin? Ini Penjelasan, Penyebab, dan Cara Penanganannya

- Senin, 23 Agustus 2021 | 11:48 WIB
Ilustrasi Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Covid-19 (pixabay)

Suaramerdeka.com - Belakangan istilah badai sitokin tengah marak, menyusul kasus yang dialami selebritis Deddy Corbuzier.

Sebelum Deddy Corbuzier, suami dari Joanna Alexandra, Raditia Oloan juga terkena badai sitokin, hingga meninggal dunia.

Perlu diketahui sejak awal, penderita Covid-19 memang berpotensi mengalami badai sitokon, sehingga ini perlu diwaspadai dan harus segera ditangani secara intensif.

Pasalnya, badai sitokin dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.

Baca Juga: Pria di Kebumen Tega Setubuhi Teman Anaknya hingga Hamil

Sebagai salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, sitokin dalam kondisi normal membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

Namun, sitokin justry dapat menyebabkan kerusakan di dalam tubuh jika diproduksi secara berlebihan. Kondisi ini yang disebut sebagai badai sitokin.

Terjadinya badai sitokin disebabkan terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat.

Kondisi ini membuat sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat, sehingga menyebabkan peradangan.

Baca Juga: Konten Muhammad Kece Dianggap Menistakan Agama Islam: Saya Bayar Pajak Lohh

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X